TERBANG

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan menangani berbagai urusan, yang memiliki sayap dua, tiga, dan empat..” (QS. Faathir : 1)

Sejak dahulukah manusia cemburu pada malaikat, burung, dan serangga yang dikaruniai sayap dan menjelajah angkasa? Tentang terbang, dengan menyimpan cerita Ikaros, Wright bersaudara, dan BJ. Habibie, untuk kali lain, kita akan mengenang Ibn Firnas.

Pada tahun 852, di masa ‘Abdurrahman II Al ‘Umawi memerintah Andalusia, Ibnu Firnas melakukan ujicoba ‘terbang’ dari menara La Mezquita alias Masjid Agung Cordoba dengan jubah sutra yang disangga rangka kayu. Sayap buatan itu membuatnya melayang sebentar di udara dan memperlambat jatuhnya. Pendaratannya lumayan bagus meski dia mengalami cedera ringan, jadilah penemuannya sebagai parasut pertama di dunia.

Pada tahun 875, di usianya yang telah menginjak 65, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuah mesin terbang untuk manusia. Dia mengundang warga Cordoba untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di Jabal Al-‘Arus di kawasan Rusafa, sedikit ke luar kota.

Penerbangan itu tercatat sebagai keberhasilan, namun juga ada cerita duka bersamanya. Ibn Firnas berhasil melayang hampir satu menit, namun karena cara meluncur yang kurang baik, dia terhempas ke tanah bersama pesawat layang buatannya. Cedera punggungnya parah. Cedera ini membuatnya tak berdaya melakukan ujicoba berikutnya, dan tak ada yang cukup bernyali untuk menjadi relawannya.

Kesalahan Ibn Firnas adalah melupakan satu hal penting tentang mesin terbang pertamanya ini; ekor. Dia belum mempelajari secara rinci bagaimana burung menggunakan ekornya, dan diapun tak menambahkan unsur ini pada desainnya. Bagaimanapun, lebih dari 500 tahun sebelum Leonardo Da Vinci menggambar mesin terbang dan lebih dari 1000 tahun sebelum Wright bersaudara melayang di atas tanah lapang dengan pesawat rancangannya; sebuah eksperimen penuh keberanian telah dirintis.

Syabas!
__________
‘Jejak Islami Turkey’ bersama Jejak Imani (+62857-2002-8100); menikmati keindahan Pamukkale dari balon udara; insyaallah dengan kajian ilmu dan tadabbur penuh makna.🙏