SOMBONG

“Apa yang hendak disombongkan manusia?”, ujar seorang ‘Arab dusun pada Yahya ibn Al Mihlab, sang maha-menteri yang bermegah-mewah. “Kamu tak kenal siapa aku?” “Kenal”, sahut si Badui. “Dulu kamu setetes air hina, yang dihinggapi lalat jika tercecer bekasnya. Kelak kau akan jadi bangkai, menggelembung, berbelatung, dan busuk anyir baunya. Dan kini seonggok daging, hilir mudik ke sana kemari membawa-bawa kotoran …

Ayo MONDOK, Jadi CAHAYA DI PELOSOK

Remaja-remaja itu beberapa tahun lalu ketika masuk pertama kali ke Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu masihlah sangat lugu dan malu-malu. Sebagian besar dari mereka bukanlah lulusan pondok pesantren. Ada yang dari SMK ataupun SMA umum. Dengan bekal semangat dan bacaan Qur’an yang masih perlu banyak dibenahi dan dilancarkan, mereka bersemangat mengikuti Program Kaderisasi Dai dan Imam Masjid di Pesantren Masyarakat Merapi …

SIAPA Yang JAMIN?

Beberapa orang itu benar-benar dilanda gemas-gemas sesal. Bagaimana tidak, kedatangan mereka ke Madinah hanya berselang beberapa hari dari wafatnya Rasulullah ﷺ. Duhai ruginya, jerit hati mereka. Maka di dekat rumah Ibunda ‘Aisyah yang jadi pembaringan terakhir sang junjungan itu mereka meratap-ratap galau, merutuki keterlambatan mereka hingga tak berjumpa sosok Muhammad ﷺ, tak sempat menatap wajah dan bersimpuh di hadapan senyumnya …

JAMIL: Bagus, Indah, Anggun

Dalam Al Quran yang mulia; 3 kali kata “Jamil” {bagus, indah, anggun} disebut sebagai cara melaksanakan perintah Allah pada Nabi dan ummatnya. Penyebutan pertama; {QS 15: 85}; sifat jamil mengiringi perintah berlapang dada untuk memberi kemaafan; “Fashfahish shafhal jamil.. Maka lapangkanlah dada untuk memaafkan mereka dengan kemaafan yang jamil [bagus, indah, anggun]..” {QS 15: 85} Al Imam Ibn Katsir menafsirkan …