MENYAMBUNG Sultan AGUNG (Bag. 7)

“Wahai yang mengerti cinta hanya dari sastra, bagaimana kau akan sampai ke hatiku tanpa peta?” -Piri Reis, 1465-1554- Setelah berabad-abad di masa Hindu-Budha India jadi inspirasi Nusantara, pujangga Kesultanan Mataram mengarahkan pena lebih jauh; ‘Utsmani. ‘Utsmani dijadikan patron utama peradaban. Saat masih jadi putra mahkota, Sultan Hamengkubuwana II menulis Serat Yusuf; mengisahkan pengucilan seorang pangeran oleh para saudaranya, lalu terdampar …

MENYAMBUNG Sultan AGUNG (Bag. 6)

“Kaumaklumkan cintamu ke seluruh dunia, sementara aku menguncinya di dalam hatiku. Seluruh semesta berbagi yang kaurasa, sementara aku sendirian menahannya. Katakan duhai kekasih, siapa yang lebih dimabuk cinta?” -Nizami, Layla-Majnun- Bagi para pencinta; setiap lekuk & liuk, setiap sudut & denyut, setiap lubang & bidang dari yang dicintai adalah sejarah. Begitulah keris menyertai berbagai peristiwa dalam peradaban bersama bagian-bagiannya yang …

MENYAMBUNG Sultan AGUNG (Bag. 5)

“Sembunyikan dulu ilmu dan sains ini dalam mitos dan takhayul. Sebab manusia belum siap menjadikannya manfaat. Karena berbahaya jika ia jatuh ke tangan yang jahat.” -Perhimpunan Babilonia, dalam karya sastrawan Turki Iskender Pala, ‘Babil’de Ölüm İstanbul’da Aşk’- Adalah Ir. Haryono Arumbinang, M.Sc. dan Soedyartomo Soentono, M.Sc., Ph.D., pakar kimia nuklir BATAN; menggunakan spektrometri sinar gamma dari radiasi isotop Fe-55, Cd-109, …

MENYAMBUNG Sultan AGUNG (Bag. 4)

Para pencinta selalu memiliki panggilan mesra pada yang disayanginya. Demikian pula Rasulullah ﷺ pada bilah-bilah logam yang menemaninya dalam perjuangan. Ada Al Ma’tsur yang beliau warisi dari Ayahandanya. Ada Al Battar yang didapat dari Bani Qainuqa’ dan merupakan warisan para Nabi; Musa, Harun, Yusya’, Dawud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, dan ‘Isa. Ada Dzul Faqar yang beliau wariskan pada Sayyidina ‘Ali. Ada …