Dua MADZHAB Darurat HANGAT

Dalam tradisi kuliner di Vorstenlanden Jawa, konon ada dua madzhab utama mengikuti gaya hidup awal di masing-masing ibukota pecahan Kasultanan Mataram yang bersaudara. Di Surakarta, yang sejak masa Ingkang Sinuhun Susuhunan Pakubuwana II mengembangkan hubungan ‘saling menjaga eksistensi’ dengan VOC seperti ditandai dengan perjanjian perwalian 1749, berkembang budaya “Keplek Ilat” yang secara harfiah lebih kurang berarti “memanjakan lidah.” Maknanya, seluruh …

Dari GAZA ke GONDANGDIA

Saya mengenang kejadian 4 tahun lalu, ketika sebakda Shubuh dalam sebuah Masjid di Kota Gaza, saya duduk bersama wajah-wajah asing namun berhati akrab. Satu persatu dibimbing seorang Syaikh bergelar Doktor Ilmu Quran lulusan Damaskus kami bertilawah. Berbincang hangat seusainya, saya kian faham bahwa Al Qur’an adalah ruh perjuangan mereka, bertahun-tahun bertahan dalam kepungan. Ada halaqah Quran di semua Masjid; Shubuh …

PENGADUAN (Bag. 2)

Dalam sebuah acara akbar di kota Isma’iliyah, Presiden Mesir saat itu, Anwar Sadat berpidato. Di antara hal yang disampaikannya pada forum terbuka itu adalah tuduhan dan hujatannya terhadap Jama’ah Ikhwanul Muslimin sebagai “orang-orang sektarian, ekstrimis agama, radikalis sesat, penipu rakyat, yang berniat jahat terhadap bangsa, dan negara.” Begitu turun dari mimbar, Anwar Sadat terenyak. Ternyata di acara itu hadir pula …

PENGADUAN (Bag. 1)

Ada sebuah kisah unik dalam kitab Azwaajul Khulafaa` karya Syaikh Raji’ Kinas tentang Abu Ja’far Al-Manshur (732-775 M), sang pembangun Baghdad. Menurut beliau, inilah penguasa dalam Islam yang paling awal sukar ditemui rakyat. Tentu hal ini terkait dengan kepribadian sang Amirul Mukminin, juga bagaimana ‘Abbasiyah menegakkan kuasa yang disertai pertumpahan darah tak terelakkan melawan Bani ‘Umayyah, serta tata kota Baghdad. …