TRAH

Untuk kesekian kalinya berbincang dengan Kangmas Roni Sodewo, dan waktu serasa dilipat. Bayangkan keturunan ke-7 dari moyangnya yang 8 tahun ini bertungkuslumus menghabiskan tenaga, waktu, dan dana mencari saudara-saudaranya. Bukan pekerjaan mudah, terlebih karena hampir 1,5 abad jalur keturunan ini dicap sebagai pemberontak, diburu, diasingkan, dan demi keselamatan dan ketenteraman memilih menutup rapat silsilahnya. Trah, dari kata ‘tumuruning rah’, bagi …

PRAWIRO RONO

Kali Bogowonto, Musim Hujan 1751 Di tengah gerimis, prajurit berseragam kesatuan Mantrijero itu maju sambil menggenggam tombak berlandheyan panjang. Luar biasanya, yang dia genggam bukan bagian gagangnya, melainkan mata tombaknya. Cara memegang tombak yang tak lazim itu tak menghalanginya untuk menyabet ke kanan dan ke kiri, membuat serdadu-serdadu VOC bertumbangan. “Hayo maju semua! Ini aku Prawiro Rono!”, sumbarnya meneriakkan nama. …

PERUBAHAN (Bag. 2)

Nun jauh di timur, 3 abad sebelum hikayat The Last Samurai terjadi; perubahan serupa yang terjadi di dunia Arab juga mengguncang. Dalam pertempuran Mikatagahara di tahun 1572, profil kejayaan zaman Sengoku yang diwakili pasukan Takeda Shingen dari Kai harus mulai mengakui keunggulan pasukan gabungan Oda-Tokugawa yang secara tak dinyana menggunakan pagar bambu untuk menaungi pergantian isi-bidik-tembak dari 3 baris pasukan …

PERUBAHAN (Bag. 1)

“Matahari musim panas yang terik menyorot Al Asyraf Qansuh Al Ghauri, Sultan Mamluk ke-49”, tulis Eugene Rogan, di bab awal bukunya yang memikat, The Arabs: A History. “Dia sedang memantau pasukannya yang tengah bersiap menghadapi peperangan.” Hari itu, 24 Agustus 1516, kekuasaan Mamluk yang membentang di Mesir, Suriah, dan Jazirah Arab dipertaruhkan oleh pria 70-an yang memanggul kapak perangnya di …