Plat AB dan Plat AE

Kalaupun seluruh aksara dihimpun, segala bahasa dikerahkan, dan setiap pujangga dihadirkan untuk menulis kisah kasih kita; kau hanya akan membuktikan ukara lama, bahwa cinta sukar ditashrif dan mustahil dita’rif.

Tapi aku yang Plat AB dan kau yang Plat AE adalah kesinambungan cerita lama tentang cinta bergelora.

Kamu tahu Panembahan Senapati, sang Ghazi? Di Maospati pada 1590, seluruh laskar Bang Wetan telah bubar, dan tinggallah putri jelita itu bertahan di Kedaton. Kehormatan sang dara sebagai cucu bungsu Trenggana akan dia tebus dengan jiwa. Maka Ratna Dumilah bertarung sengit melawan sang pendiri Mataram hingga sama-sama kelelahan. Di ujung duel panjang itu, cinta berakar, tumbuh, dan mekar di hati keduanya.

Kitapun begitu. Adu argumentasi, debat, dan berbalah pernah kita lalui. Karena rahmatNya semata, dalam lelah tersebab marah, cintalah yang terasa kian bertambah, kian meruah.

Dan ingatkah kau akan Pangeran Mangkubumi, yang mengasasi Ngayogya ini? Antara tahun 1746-1755, di atas punggung kuda dia jelajahi Jawa, merambah hutan, menanjaki bukit, menyusuri ngarai, dan memerangi angkara. Di sampingnya, Niken Lara Yuwati yang setia, saudari Rangga Prawirasentika dari Madiun yang perwira, hatta melahirkan putra mahkota pun di lereng Gunung Sindoro yang berbahaya.

Kitapun begitu. Bersamamu, segala yang tak mudah terlalui dengan indah. Sempit, sakit, kekurangan, dan kehilangan, jadi selingan bagi segala karunia; mengukirkan garis-garis serupa di wajah kita, hingga paras kita yang dulu amat berbeda, kini kata orang mirip adanya.

Dan terkenangkah kau akan Dipanegara? Di sisinya, antara 1814-1828, putri dari Rangga Prawiradirja III menjadi penyangga segala beban, menjadi penawar asam garam dan penapis pahit getir kehidupan. Raden Ayu Maduretna adalah kekuatannya, menghadapi dengki Wiranegara, dendam Danureja, kesumat Smissaert, kebengisan Chevallier, hingga perang semesta De Kock.

Kaupun begitu duhai matematikaku, mengalikan bahagia sampai tak hingga, membagi kesedihan sampai tak berarti, menambahi kelapangan hingga mutlak, mengurangi kesempitan hingga habis.

Para pejuang itu; Senapati, Mangkubumi, dan Dipanegara yang plat AB, menemukan cinta penuh makna dari Ratna Dumilah, Niken Lara Yuwati, dan Maduretna dari Plat AE. Kelak sejarah insyaallah menambahkan 1 pasangan lagi; Salim A. Fillah-Dwi Indah Ratnawati.

Dari mereka kita tahu, cinta tak melulu merah jambu. Cinta merah saga ialah kita; Plat AB dan Plat AE. Luv U.😘 Foto berbusana kasatriyan hanyalah ilustrasi untuk menghayati perjuangan leluhur itu, dan menguatkan hatiku yang kebat-kebit menantimu bersalin anak ke-4 dari kehamilan ke-8 ini sembari berusaha merampungkan kisah ‘Sang Pangeran dan Janissary Terakhir’. Semoga Allah mudahkan, lancarkan, selamat, berkah bagi semua.