TERUSLAH BERDOA

Sebab Allah Maha Tahu; do’a bukanlah cara memberitahuNya akan apa yang kita hajatkan. Do’a itu bincang mesra padaNya. Maka teruslah berbincang mesra; hingga bukan hanya isi doanya, melainkan berdoa itu sendirilah yang menjadi kebutuhan dan deru jiwa kita. “Belumlah menjadi hamba sejati”, tulis Ibn ‘Athaillah As Sakandary, “Hingga kita lebih menikmati kemesraan dengan Sang Maha Pemberi, daripada sekedar pemberianNya.”

TELAS LARAS di CINTA PERTAMA

“Kauselimutkan malam, kunyalakan pelita.. Kauciptakan lempung, kubentuk piala.. Kautumbuhkan hutan, kutata taman bunga..” (Muhammmad Iqbal, Payam-i-Masyriq) Konon, konsep estetika Mataraman diasaskan sebagai penghargaan terhadap alam, perjuangan, dan seni kriya manusia. Seperti dikatakan Iqbal dalam ‘Setanggi Timur’-nya di atas, inilah lambang keberserahan diri sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di bumi. Maka kita dapati, trah Ki Ageng Pemanahan yang berasal dari Sesela …

KITA, INSAN (Lembar-Lembar Taushiyah Oleh @jejakimani)

Sebab, ‘umrah seyogyanya bukan semata menikmati kekhusyu’an bersunyi & kesyahduan tempat suci. Ia harus jadi pengisian bekal juang. Maka membayar biayanya moga tak mengurangi kepedulian pada yang susah & terbencana; bahkan menambah gelora tuk terus berbagi. Maka ‘umrah semoga menjadi penguat keyakinan bahwa rizqi Allah tak terkurangi oleh ibadah yang ditunai & infaq yang ditebar. Juga menjadi pengokoh semangat berkorban …

SUMBER PESONA

“Sesungguhnya Allah Maha Indah. Dia mencintai keindahan.” إن الله جميل يحبّ الجمال (HR Muslim) Pernah kita kemukakan, kakak beradik pewaris Mataram, Surakarta dan Yogyakarta punya konsep estetika yang agak berbeda. Di Solo, ada istilah “ndudut ati”, sementara di Jogja, puncak keindahan disebut “ngayang batin”. “Ndudut”, arti harfiahnya adalah “menarik sesuatu dari dalam melalui celah sempit yang disertai sensasi akibat gesekan”. …