SULTAN yang #MNCRGKNSKL

Sebenarnya, hanya 5 tahun terakhir masa pemerintahannya dia menyandang gelar Sultan. Ketika naik takhta pada tahun 1613 dia memakai sebutan kakeknya, ‘Panembahan’, dan setelah merengkuh Madura pada 1624 dia memilih gelar ‘Susuhunan’. Bayangkan seorang yang sibuk mengonsolidasi kekuasaannya hingga Priangan, Surabaya, Madura, Blambangan, dan daulatnya merambah Banjar, Sukadana, Palembang, serta Jambi; tapi sempat menyusunkan tata bicara dengan 3 tingkatan, mengenalkan …

PENULIS Di Zaman #MNCRGKNSKL

Konon, yang tak berubah hanyalah perubahan itu sendiri. Dulu, kios harus rapi, tempatnya luas serta nyaman, pegawainya cantik berseri jika hendak menarik pembeli. Kini, meski yang tua tergeragap-geragap mengikuti para ‘pribumi digital’ yang begitu lahir kenal gawai, belanja daring telah kian meraja. Ini zamannya jangan beli sesuatu sebelum melihat reviewnya di Youtube, belilah dengan membandingkan harga hingga layanan dari seluruh …

TAMUNYA ‘ULAMA

Suatu hari seorang tamu berkunjung pada Allahuyarham KH. Ahmad ‘Umar ‘Abdul Mannan, Mangkuyudan. Tamu ini akrab sekali mengajak berbincang, membicarakan berbagai ihwal seakan dia dan tuan rumah sudah kenal lama. Kyai ‘Umar melayani dengan dhiyafah tuan rumah yang jauh lebih ramah lagi, meski hati dan fikirannya terus bertanya dan mencari-cari, “Ini siapa kiranya?” Beliau betul-betul lupa. Tapi beliau merasa, alangkah …

HITAM dan PAHITnya KEPALSUAN

Telah beberapa kali saya menulis ragam sisi kecemerlangan kopi; sesuai khittahnya ketika dibawa dari dataran tinggi Ethiopia pada abad VIII ke kota Mukha’ (Mocha) di Yaman tuk menemani ibadah para ‘abid dan daras-bahas para cendikia. Rasa kopi Arabika memang penuh nuansa; keasamannya, kekacangannya, kebuahannya; sesuai lingkungan tempat pohonnya tumbuh; tanahnya, unsur haranya, curah hujan, hingga flora di sekitarnya. Tapi orang …