Telaga RINDU

Telaga RINDU

أمنْ تذكر جيرانٍ بذى ســــلمٍ
مزجْتَ دمعا جَرَى من مقلةٍ بـــدمِ
أَمْ هبَّتِ الريحُ مِنْ تلقاءِ كاظمـــةٍ
وأَومض البرق في الظَّلْماءِ من إِضـمِ

“Apakah karena terkenang para tetangga di Dzi Salam..
Kaupadu air mata yang mengalir dari kelopak dengan darah..
Ataukah sebab angin yang berhembus dari arah Kazhimah..
Dan kilat yang menyambar dalam gelap dari arah Idham..”

(Al Bushiri, Burdah)

Segala yang terkait dengan apa yang kita cintai, senantiasa menarik-narik jiwa ke dalam arus kenangan yang menghanyutkan. Bagi Al Imam Syarafuddin Abu Sa’id Al Bushiri, deru semilir dari arah Kazhimah dan petir yang menggelegar dengan pijar nyala dari Idham sudah cukup membuatnya berurai airmata rindu bercampur darah. Padahal Kazhimah dan Idham hanyalah tempat yang terletak antara Dzi Salam di mana dia berdiam, dengan Madinah tempat Sang Kekasih ﷺ bersemayam.

Jarak dan waktu adalah ibunda yang melahirkan rindu, sekaligus sekat tebal yang menghalanginya bertaut.

Pun dalam hidup, Allah senantiasa memberikan kepada kita dua sisi mata uang; apa-apa yang kita sukai dan apa-apa yang menjerih hati. Di situlah makna kerinduan. Kalau dunia berisikan segala yang kita inginkan, mungkin kita tidak perlu lagi memiliki rasa rindu. Merasakan kesedihanlah yang bisa membuat kita rindu pada kebahagian. Merasakan kegelisahanlah yang membuat kita rindu pada kedamaian. Merasakan sesuatu yang fana membuat kita merindukan sesuatu yang abadi. Hidup di dunia membuat kita merindukan surga.

Makna agung kerinduan begitu berarti bagi orang-orang pilihan. Kerinduan menjadi nikmat penyambung asa orang-orang beriman. Cita-cita besar para mujahid selalu berangkat dari terminal kerinduan. Dan terminal rindu yang kedua menanti mereka nun di keabadian.

Hari ini di tengah kegersangan dunia; tidakkah ayat-ayat Al Quran mengalirkan airmata rindu kepada Sang Pemfirman, dan tidakkah serpih-serpih Sunnah dan Sirah menghisap kita dalam haru tentang dia ﷺ yang bersabda, “Aku rindu pada ikhwan-ikhwanku!”?

Ya Rasulallah ﷺ, adakah seteguk tuk kami dari uluranmu kelak di Telaga Rindu?
__________
@jejakimani, mitra tamu Allah, siap menyambungkan rindu kita dengan penghayatannya.