Bertamu pada ALLAH, Menyusuri Senyum dan Airmata RASULULLAH ﷺ

Di bumi yang hiruk-pikuk, ruh kita adalah makhluq yang asing dan kesepian. Ia berasal dari Allah, dan ingin bergegas kembali padaNya. Tapi jasad yang tercipta dari tanah, inginnya berlama-lama di bumi. Maka sampai batas waktu yang ditentukan ia harus bertahan. Maka ia harus dikuatkan. Ruh ini selalu merindukan keterhubungan langsung antara kehambaannya yang fana dan kekuatan yang abadi. Ia bagai …