JENGGOT

Namanya Qais ibn Sa’d ibn ‘Ubadah. Saking klimis dagunya, putra pemimpin Anshar ini sampai dikomentari kawan-kawannya, “Andai jenggot bisa dibeli, meski dengan emas sepenuh bumi kami akan belikan jenggot untuk Qais.” Inilah pemuda yang bersama Ayahnya menyekat-nyekat rumahnya untuk menampung 80 Muhajirin sementara sahabat Anshar lain hanya membawa satu atau dua. Sifat pemurahnya, dari membagi uang hingga menghapus piutang bahkan …

KEMBAR di MEDAN LAGA

Ada dua sosok yang begitu mirip di Perang Uhud. Maka Ibn Qumai’ah luput mengira, bahwa yang dibunuhnya adalah Muhammad ﷺ, padahal itu adalah Mush’ab. Pesona Mush’ab ibn ‘Umair, sosoknya yang menonjol, ditambah tangannya yang kokoh memegang panji pasukan Islam membuat Ibn Qumai’ah tak ragu mengentak kudanya menuju Mush’ab hingga bolak-balik tiga kali untuk memapas lengan-lengannya. Dan sabetan pedang ketigapun nyaris …

PEDANG ALLAH

Lelaki itu menatap cawan yang dihidangkan padanya. Dia tahu, minuman itu berracun. Tapi sejak awal, bila ditanya mengapa pasukannya begitu berjaya di hadapan ratusan ribu Legiun Romawi yang terkenal perkasa, dia selalu berkata, “Aku membawa pasukan yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.” Maka dia memutuskan untuk meminum cairan pembunuh itu. Tentu dengan sebuah doa: بسم الله الذي لا يضر …

BEGINILAH KAMI DIPERINTAHKAN

Dua faqihnya sahabat, ‘Abdullah ibn ‘Abbas dan Zaid ibn Tsabit, Radhiyallahu ‘Anhuma berbeda pendapat dalam banyak masalah. Salah satunya soal faraidh atau penghitungan waris. Menurut Ibn ‘Abbas, sebagaimana bagian cucu sama dengan anak ketika dia tiada, maka bagian kakek sama dengan ayah kala dia tiada, dan adanya kakek menghijab hak saudara. Tidak demikian menurut Zaid. Bagi penulis wahyu kebanggaan Anshar …