Tag: Keluarga

  • MENUA

    Kalau yang dicari seorang lelaki dari perempuan yang hendak dia jadikan istri hanyalah kecantikannya; duh, yang cantik itu tiap hari keluar edisi baru. Tak ada habisnya. Maka begitu dia menikah; cukuplah dia yakin, bahwa meski istrinya menua, jika shalihah adanya, maka kelak akan jadi 70.000 kali lipat lebih cantik daripada bidadari yang paling cantik. Iya.…

  • LABIB MUHAMMAD FILLAH

    Alhamdulillah telah lahir putra kami yang ke-4; Labib Muhammad Fillah, pada Senin malam Selasa 3 Desember 2018 pukul 23.07, di RSKIA Rachmi. Mohon doanya semoga menjadi anak yang shalih, berbakti, berkah, dan bermanfaat dunia-akhirat bagi agama dan sesamanya. أُعِيذُه بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ “Aku memohonkan perlindungan untuknya dengan…

  • BERSAMA SIAPA

    “Carilah tetangga sebelum memilih rumah, carilah kawan sebelum memilih perjalanan”. Makna bahagia seringkali bukan soal di mana atau ke mana, melainkan bersama siapa. Kalau berkemah di tepi hutan terlalu hujan atau terlalu terik; Mas Nawwaf dan Mas Jaisyan tak masalah berkemah di dalam rumah. Adanya Abah dan Ummi lebih penting dari soal lokasi. Kalau hendak…

  • KAMULAH JODOHKU

    Shalih(in+at), relationship goal kita adalah: ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنْتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَ “Masuklah kamu ke dalam surga, kalian dan istri-istri kalian digembirakan.”.(QS. Az Zukhruf: 70) Maka jodoh kita di dunia harus kita perjuangkan untuk bersama ke surga. Mohonlah selalu agar mereka jadi qurratu a’yun bagi kita, dan sebaliknya. Jika dia sedang menjengkelkan, katakan pada diri bahwa dia…

  • TIRAKAT

    Selain tugas terberat seorang suami dan ayah untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka, tirakat dan berprihatin dalam ketaatan juga diperlukan seorang hamba demi kebaikan bagi keturunannya. Dalam falsafah Jawa dikenal ungkapan, “Bapa tapa, anak nampa, putu melu, buyut katut, canggah munggah.” Artinya kurang lebih, “Ayah berprihatin dalam ibadah, anak menerima hasilnya, cucu turut…

  • SETELAH 14 TAHUN

    Setelah 14 tahun.. Tetaplah menjadi hati yang kugunakan untuk menghayati.. Tetaplah menjadi mata yang kugunakan untuk melihat.. Tetaplah menjadi telinga yang kugunakan untuk mendengar.. Tetaplah menjadi lisan yang kugunakan untuk bicara.. Tetaplah menjadi tangan yang kugunakan untuk bertindak.. Tetaplah menjadi kaki yang kugunakan untuk melangkah.. Sebab seiring waktu kian terasa.. Kita berdua hakikatnya satu nafas..…