Tag: Nusantara

  • MENOL

    Bangsal Sitihinggil, Keraton Yogyakarta, 11 Juni 1823 Dengan langkah mantap, sang Pangeran yang bersurjan wulung langsung menuju ke mahligai takhta lalu berjongkok. Smissaert yang mengira Sang Wali Sultan hendak menyembah padanya tersenyum, sementara Chevallier menyeringai. Tapi Dipanegara mengangsurkan tangannya ke depan, dan Sang Sultan cilik dengan wajah ceria tetiba menghambur ke pelukan Uwaknya itu. Sang…

  • BLANGKON

    Mulanya lebih dikenal sebagai ‘iket’, ia diikat sebagaimana sorban, setelah ujung-ujung di belakangnya dipertautkan. Inilah makna syahadatain, ikatan ‘aqidah yang akan menyelamatkan insan dengan iman. Pada bagian yang dipelipit atau diwiru bersilang di atas dahi, terdapat 17 lapis lipatan yang selalu mengingatkan pemakainya akan jumlah raka’at fardhu yang harus dia tunaikan setiap hari. Ada penyimpangan…

  • PEDANG dan INKRIPSI

    Para pencinta selalu memiliki panggilan mesra pada yang disayanginya. Demikian pula Rasulullah ﷺ pada bilah-bilah logam yang menemaninya dalam perjuangan. Ada Al Ma’tsur yang beliau warisi dari Ayahandanya. Ada Al Battar yang didapat dari Bani Qainuqa’ dan merupakan warisan para Nabi; Musa, Harun, Yusya’, Dawud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, dan ‘Isa. Ada Dzul Faqar yang beliau…

  • KENANGA(N)

    Pohon kenanga (Canangia odorata) tumbuh dengan cepat hingga lebih dari 5 meter per tahun dan mampu mencapai tinggi rata-rata 12 meter. Batangnya lurus, kayunya keras, dan cocok untuk bahan peredam suara. Daunnya panjang, halus, dan berkilau. Bunganya hijau kekuningan, menggelung seperti bintang laut, dan mengandung minyak biang yang wangi. Maka kenanga adalah pralambang dari kegesitan…

  • TAUTAN

    بيني وبينكم في المحبة نسبة مستورة في سر هذا العالم نحن الذون تحاببت أرواحنا من قبل خلق الله طينة آدم dalam cinta antara aku dan kalian ada tautan.. tersimpan dalam tabir rahasia semesta alam.. kita adalah insan yang ruh-ruhnya telah saling dicintakan.. sebelum Allah mencipta lempungnya Adam.. (Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari) Di Melbourne, sebuah kemasan…

  • PRAWIRO RONO

    Kali Bogowonto, Musim Hujan 1751 Di tengah gerimis, prajurit berseragam kesatuan Mantrijero itu maju sambil menggenggam tombak berlandheyan panjang. Luar biasanya, yang dia genggam bukan bagian gagangnya, melainkan mata tombaknya. Cara memegang tombak yang tak lazim itu tak menghalanginya untuk menyabet ke kanan dan ke kiri, membuat serdadu-serdadu VOC bertumbangan. “Hayo maju semua! Ini aku…