UNTUNG

“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan yang menyelamatkan dari ‘adzab nan pedih?” (QS Ash Shaff: 10)

Apakah yang disebut untung dalam suatu perniagaan?

Shuhaib ibn Sinan, seorang sahabat yang diberi nisbatan “Ar Ruumii” alias orang Romawi, dihadang orang-orang Quraisy ketika hendak meninggalkan Makkah.

“Hendak ke mana Shuhaib?”

“Hijrah, seperti perintah Rasulullah ﷺ.”

“Kau dulu datang ke Makkah dengan tangan kosong. Lalu kau memulai perniagaanmu di sini dan menjadi kaya raya karenanya. Apakah menurutmu patut jika kaupergi dari Makkah dengan membawa harta-harta itu?”

Shuhaib tahu ke mana arah pembicaraan orang-orang tak bermalu ini. Maka katanya, “Apakah jika kuserahkan pada kalian semua kekayaanku, kalian akan membiarkanku menuju Madinah dan tak menghalang-halangi hijrahku ini?”

“Ya, tentu saja”, ujar mereka dengan senyum kemenangan.

“Ambillah”, ujar Shuhaib mantap.

Maka kedatangan Shuhaib di Madinah dalam keadaan terusir, faqir, dan terhuyung karena beratnya menjadi musafir disambut orang-orang dengan getir. “Shuhaib bangkrut. Shuhaib bangkrut”, ujar mereka dengan prihatin.

Tapi senyum termanis yang disaksikan jagad terkembang di wajah Sang Nabi ﷺ ketika menyambut sahabatnya. “Rabiha Shuhaib. Rabiha Shuhaib.”

Artinya, “Shuhaib untung. Shuhaib untung.”

Begitulah, semua yang ditinggalkan karena mengharap ridha Allah hakikatnya adalah perniagaan yang tiada pernah rugi. Sampai sekecil pandangan haram ditinggalkan karenaNya, Allah akan ganti dengan manisnya iman dalam dada. Sampai Sulaiman ‘Alaihissalam meninggalkan kuda-kuda yang telah melalaikannya dari ibadah, maka diganti baginya kendaraan berupa angin yang berembus membawanya ke manapun dia kehendaki, tanpa repot memberi pakan dan perawatan.
_________
Sarapan berharga pagi ini bersama Mas @ariekuntung. Bersamanya terukir doa semoga perniagaan kita dengan Allah menghasilkan keuntungan yang agung.

“Niscaya Allah akan mengampuni dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS Ash Shaff: 12)