Kitab JIHANAMA

Berbahagia sekali ketika beberapa waktu lalu mendapatkan hadiah berupa sebuah buku tebal bersampul kulit dengan tajuk dan nama penulisnya diukir di atas perunggu dari Direktur Museum Budaya dan Sejarah Istanbul. Kaget ketika membuka isinya; ternyata berupa hasil pindai berresolusi tinggi dari buku yang lama saya impikan. Inilah Kitab Jihanama karya Kātib Çelebi Pasha (1609-1657) yang diterjemahkan sebagai “Universal Geography”. Adalah …

BULAN SABIT dan PERSATUAN

“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah, ‘Bulan sabit itu adalah penanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji..” (QS Al Baqarah: 189) Warangka Wulan Tumanggal adalah gambaran bulan sabit yang distilisasi. Wulan artinya rembulan. Tumanggal artinya menjadi penanda waktu masuknya tanggal baru, seperti yang disebutkan dalam ayat di atas. Dalam sejarah, bentuk bulan sabit pernah digunakan untuk merepresentasikan panji-panji …

FILM ‘Sultan Agung’ (Review)

Kaget juga ketika suatu hari Mas @hanungbramantyo mengirim pesan pendek, “Kula badhe ijin, apakah berkenan asma Ustadz Salim dan kawan dimasukkan sebagai penasehat kesejarahan di film?” Saya spontan menjawab, “Weh, lha punika, hehe. Mbokmenawi jangan, ampun rumiyin, Mas. Lha wong kula merasa belum ngaturi kontribusi apa-apa je, hehehe.” Memang demikian adanya. Seingat saya, kami baru sempat berjumpa 2 kali untuk …

Keplek ILAT dan PAWON Anget

Sebagaimana perbedaan konsep seni “ndudut ati” dan “ngayang batin”, dalam tradisi kuliner Mataraman, ada 2 madzhab utama mengikuti gaya hidup awal di kedua Kuta Nagara yang bersaudara. Di Surakarta, yang sejak masa Ingkang Sinuhun PB II mengembangkan hubungan ‘saling menjaga eksistensi’ dengan VOC, berkembang budaya “Keplek Ilat” yang secara harfiah lebih kurang berarti “memanjakan lidah.” Maknanya, seluruh keluarga dapat saja …