Sang PANGERAN dan JANISSARY Terakhir

Tubuh tinggi besar Ali Basah Sentot Prawiradirja terduduk lemas. Tangannya memegangi sorban merah yang melilit kepalanya. Matanya terpejam. Kumis gagahnya yang biasanya tegak melintang seakan luruh tertunduk. Bibir tebalnya mengomat-ngamitkan entah istighfar entah sesal. Di hadapannya, Basah Nurkandam tegak menanti keputusan terakhir Sang Senapatigung Perang Jawa itu. “Saya tahu, Kangmasmu Raden Rangga Prawiradiningrat, Bupati Wedana Mancanegara Timur itu yang memintamu …

KAKAK-ADIK

Pangeran Ngabehi, buronan paling dicari itu, kedua putra, dan pengiring mereka baru berhasil dicegat oleh pasukan gabungan Hulptroepen Belanda di Pegunungan Kelir dua bulan setelah pengepungan Panjer, 21 September 1829. Saat itu, dikepung oleh hampir 300 serdadu, keduapuluh prajurit pengawal mereka dilucuti dan dirangket dengan tali di bawah todongan senjata. Satu dua yang melawan langsung ditembak di kepala, dan muntahan …

MENOL

Bangsal Sitihinggil, Keraton Yogyakarta, 11 Juni 1823 Dengan langkah mantap, sang Pangeran yang bersurjan wulung langsung menuju ke mahligai takhta lalu berjongkok. Smissaert yang mengira Sang Wali Sultan hendak menyembah padanya tersenyum, sementara Chevallier menyeringai. Tapi Dipanegara mengangsurkan tangannya ke depan, dan Sang Sultan cilik dengan wajah ceria tetiba menghambur ke pelukan Uwaknya itu. Sang Pangeran menggendong keponakannya, mendukungnya ke …