SANDARKAN Kepada ALLAH

“Semua orang kan kembali pada Allah setelah matinya. Tapi berbahagiah dia yang telah melangkah menuju Allah sepanjang hidupnya.” [Sayyid Quthb] Hidup adalah perjalanan yang digariskan memiliki 2 rasa: manis dan getir, lapang dan sesak, suka dan duka, nikmat dan musibah; serta sabar dan syukur. Tak seorangpun bisa lepas dari 2 rasa itu, pun juga mereka yang dicintaiNya. Makin agung nikmat, …

KASIH SAYANG, MENAUTKAN KETEGUHAN | TAWASHAU SERIES (4/4)

Yang ketiga dalam tawashau yang diamanahkan Allah untuk kita adalah tawashau bil marhamah, bagaimana kita saling berwasiat dengan kasih sayang satu sama lain. Bagaimana kita lebih ta’aruf kepada saudara-saudara seperjuangan kita. Lebih tafahum, saling memahami dengan mereka sampai pada tingkat ta’awun, saling tolong menolong, bahkan takaful, saling menanggung beban satu sama lain. Sampai pada itsar,bagaimana kemudian kita mendahulukan saudara kita …

KESABARAN, MEMBESARKAN KAPASITAS | TAWASHAU SERIES (3/4)

Yang kedua di antara amanah tawashau yang diberikan Allah kepada kita adalah tawashau bish-shabr. Kesabaran yang akan menguatkan kapasitas kita untuk menanggung beban-beban perjuangan. Maka kita bisa melihat sabar yang indah itu dalam apa yang dipuji Allah tentang “wa kam min nabiyyin qaatala ma’ahu ribbiyuuna katsiir”. Ada nabi-nabi yang berperang bersama mereka, segolongan orang yang mereka itu, “famaa wahanuu,” hati …

KEBENARAN, MENGOKOHKAN EKSISTENSI TAWASHAU SERIES (2/4)

Di dalam orbit kebenaran, kita senantiasa tawashau bil haq. Saling berwasiat dengan kebenaran ini adalah satu perkara yang besar ketika kita kemudian berada di dalam perjuangan. Suatu saat di dalam perang Uhud, para Sahabat mendengar bahwa Nabi ﷺ terbunuh. Maka ada seorang Anshar yang kemudian meletakkan pedangnya dengan badan yang lemah. Dia ditanya oleh kawannya, “eh, kamu kenapa jadi lemah?” …