SALIM SEDUNIA (3)

Salim terakhir dalam senarai kisah ini lahir 7 setengah abad kemudian. Dia putra Bayazid, cucu Muhammad Al Fatih. Berlawanan dengan banyak anggapan keliru selama ini, dialah Khalifah pertama Daulah ‘Utsmaniyah, sementara kakeknya hanyalah seorang Sultan-Ghazi dari Khalifah ‘Abbasiyyah akhir yang ditakhtakan di Mesir di bawah lindungan Sultan-sultan Mamluk.

Maka ketika dia berpaling dari jihad di medan Eropa ke Timur, Salim I memancang perlindungan bagi kaum muslimin dengan menduduki Tabriz dan Armenia. Rongrongan Daulah Shafawiyah yang Syi’ah, yang bersekutu dengan Portugis dipapas di Teluk Persia dan Laut Arab. Disempurnakannya kekuasaan dengan melayani Makkah dan Madinah, lalu merebut seluruh Syam, Mesir, dan Afrika Utara dari Mamluk. Khalifah terakhir ‘Abbasiyyah dihadirkan ke Istanbul dari Kairo beserta seluruh pusaka peninggalan Rasulullah yang disandangnya, dari sorban, jubah, pedang, terompah, hingga gigi, dan rambut. Semua diserahkan padanya dan Salim pun dilantik sebagai Malikul Barrain wa Khaqanul Bahrain wa Khadimul Haramain Qaishar-i Rumi, Khalifatullah wa Zhillhuhu fil Ardhi (Raja Dua Benua, Khan Agung Dua Samudera, Pelayan Dua Tanah Suci, Kaisar Romawi, Khalifah Allah dan BayanganNya di Bumi).

Selama pemerintahannya, Salim memperluas wilayah ‘Utsmani dari 2,5 juta km persegi menjadi 6,5 juta km persegi. Putranya, Sulaiman Al Qanuni kelak akan menjadi penanda puncak kejayaan Daulah ‘Utsmaniyah.
__________
Hadiah yang mengejutkan sore ini dari Ustadznda @salaf_as; kaligrafi nama kami. Ya Rabb…

الحمد لله رب العلمين و جزاك الله خيرا و اطعمك الله طيرا و زوجك الله بكرا 😁

Semoga Allah berkahi ukhuwah indah bersama orang-orang shalih yang dermawan seperti beliau.

Shalih(in+at), untuk info penjadwalan kami bisa memfollow @jadwal_salimafillah.