MENYAMBUNG Sultan AGUNG (Bag. 1)

‘Panembahan Senapati’ adalah gelar unik. Belum ada sebelumnya, raja Nusantara menggandeng kepiawaiannya memimpin perang di belakang gelar utama. Dari mana pendiri Mataram ini mengambil referensi?

Tapi Turki ‘Utsmani juga punya ‘Sultan Ghazi’, terjemah Jawanya akan mirip dengan ‘Panembahan Senapati’.

Mengingat pada 1755 Pangeran Mangkubumi menghentikan jihad dan mendirikan Yogyakarta atas bujukan Syarif Besar Syaikh Ibrahim yang mengaku utusan ‘Utsmani; juga bagaimana Dipanegara pada 1825 menyusun pasukannya sesuai hierarki Janissary; dan menyimak bahwa pujangga-pujangga Mataram nantinya kompak melakukan De-Indianisasi dan Ottomanisasi sastra Jawa; ikatan hati Mataram-‘Utsmani ini menarik ditelisik.

Adalah Panembahan Agung Hanyakrakusuma dicatat mengirim utusan ke pusat kuasa dunia Islam itu. Menurut satu kisah, utusan itu berhasil menghadap Malikul Barrain wa Khaqanul Bahrain wa Khadimul Haramain, Qaishar Ar Rumi, Khalifatullah wa Zhilluhu fil Ardhi Al Ghazi Sultan Murad IV (1623-1640) di tahun terakhir pemerintahannya. Riwayat lain menyebut, Murad IV diwakili oleh Syarif Makkah, Zaid ibn Muhsin Al Hasyimi (1631-1666) menerima utusan di kota suci.

Bagi raja Mataram lalu ditahbiskan gelar “Sultan ‘Abdullah Muhammad Maulana Jawi Matarami”, disertai tarbusy untuk mahkotanya, bendera, pataka, dan sebuah guci yang berisi air zam-zam. Utusan itu kembali ke Mataram dan tiba kembali di Kedhaton Karta pada 1641.

Model tarbusy itu kelak akan dikenakan oleh keturunan Sultan Agung dalam penobatan raja-raja Dinasti Mataram. Benderanya yang berupa sejahit bagian Kiswah Ka’bah dan sejahit bagian satir makam Rasulullah menjadi Kyai Tunggul Wulung dan Kyai Pare Anom. Sementara guci itu hingga kini berada di makamnya dengan nama Enceh Kyai Mendung dari Sultan Rum.

(Bersambung)
_________
Bersyukur menjadi bagian upaya pengeratan kerjasama kebudayaan & aliansi peradaban Turki-Nusantara; salah satunya penyiapan hadiah Keris berwarangka Wulan Tumanggal (Bulan Sabit) khas zaman Sultan Agung ini untuk Presiden @rterdogan. Jazaakumullaahu khayran Mas @unggul.sudrajat, Mas @jatmiko_jatee, Effendim @salihhdogan for this project.