NGANGENI

“Yogya itu ngangeni”, kata mereka yang pernah mengunjunginya. Sebabnya tak satu dan tak baku. Setiap orang punya penjelasannya sendiri, karena kenangan itu menjerat hati, bukan isi kepala. Bukan hanya kini, pengunjungnya di perempat abad XIX menuliskan kesan ini: “..Tapi Djocja dalam masa kemuliaannya pastilah merupakan Versailles Jawa. Kini tak sampai sepersepuluhnya yang tinggal utuh, tapi (aslinya) terlihat dari reruntuhan tembok …

SYAHID

Pangeran Ngabehi, buronan paling dicari itu, kedua putra, dan pengiring mereka baru berhasil dicegat oleh pasukan gabungan Hulptroepen Belanda di Pegunungan Kelir dua bulan setelah pengepungan Panjer, pada 21 September 1829. . Saat itu, dikepung oleh hampir 300 serdadu, keduapuluh prajurit pengawal mereka dilucuti dan dirangket dengan tali di bawah todongan senjata. Satu dua yang melawan langsung ditembak mati di …

LOLOS

20 Juli 1825 Api telah menjalar dari Joglo ke bagian Pringgitan dan Gandok, sementara pondok-pondok limasan terpisah yang biasa menjadi inapan para tamu, juga kandang kuda maupun lembu telah terlebih dahulu lenyap terbubung oleh asap. Puri Tegalreja yang megah telah menjelma menjadi nyala merah dan kepulan putih, diiringi suara gemeretak dan gerubyuk hempasan kayu-kayu blandar yang rubuh. Artileri Belanda masih …

PAJAK

“Maaf, saya menyela”, ujar Pangeran Ngabehi. “Kedua anak angkat saya, A Kwok dan A Jie melaporkan bahwa rekan-rekannya orang Tionghoa penarik cukai gerbang tol sangat mengkhawatirkan kebencian rakyat.” “Mengapa begitu Paman? Bukankah pajak gerbang tol selama ini sudah berjalan?” “Tapi beberapa tahun ini, mereka mendapat perintah tambahan dari Ki Patih untuk memungut cukai atas gerobak, kuda beban, pikulan, bahkan gendongan, …