PANGLIMA yang #MNCRGKNSKL

“Beungoh singoh geutanyoe jep kupi di keude Meulaboh atawa ulon akan syahid di jalan Allah! Besok pagi kita akan minum kopi di Kota Meulaboh, atau aku akan syahid di jalan Allah!” (Teuku Umar, 1899) Dalam sejarah Perang Aceh, 2 kali lelaki ini memainkan tipu muslihat yang membuat Tentara Kolonial Belanda kelabakan. Pada 1883, setelah 10 tahun berperang sejak usia 19 …

BLANGKON yang #MNCRGKNSKL

Ketika mengobarkan jihad melawan VOC yang berujung Palihan Nagari antara 1746-1755, Pangeran Mangkubumi memilih blangkon koncer yang berbuntut sebagai ikat kepalanya. Bermula dari ‘imamah atau surban yang biasa dikenakan para ‘ulama, tradisi Mataraman menyederhanakannya dengan memelipit ubelan kain hingga lekat, sehingga mudah dikenakan dan tak memakan waktu menata lembaran panjang di kepala. Ia juga hemat, karena selembar kain surban bisa …

SULTAN Yang #MNCRGKNSKL (2)

Dia De Haantjes van Het Osten, Sang Jago dari Timur. Dia dididik oleh Raja Tallo sekaligus Pabbicara Butta Gowa, yang kelak menjadi mertuanya, Karaeng Pattingalloang. . Menguasai bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, Belanda, Jawa, & Melayu selain Bugis dan Makassar; khazanah ilmu dunia terbuka bagi Karaeng Pattingalloang. Demi mengenal dunia, dengan penuh minat didatangkannya bola dunia terbesar di zamannya, …

CEMETI CINTA

“Gantungkanlah cemeti pemukul di tempat yang terlihat oleh penghuni rumah”, demikian Rasulullah bersabda sebagaimana dibawakan oleh Imam Ath Thabrani dan Imam ‘Abdur Razzaq, “Karena hal itu merupakan pendidikan bagi mereka.” . Imam Al Munawi dalam kitabnya Faidhul Qadir yang mensyarah hadits-hadits dari Al Jami’ush Shaghir karya Imam As Suyuthi menjelaskan, “Menggantungkan cambuk tersebut dimaksudkan agar para penghuni tidak berani melakukan …