MENYAMBUNG Sultan AGUNG (Bag. 1)

‘Panembahan Senapati’ adalah gelar unik. Belum ada sebelumnya, raja Nusantara menggandeng kepiawaiannya memimpin perang di belakang gelar utama. Dari mana pendiri Mataram ini mengambil referensi? Tapi Turki ‘Utsmani juga punya ‘Sultan Ghazi’, terjemah Jawanya akan mirip dengan ‘Panembahan Senapati’. Mengingat pada 1755 Pangeran Mangkubumi menghentikan jihad dan mendirikan Yogyakarta atas bujukan Syarif Besar Syaikh Ibrahim yang mengaku utusan ‘Utsmani; juga …

TUANKU IMAM

“Adopun hukum Kitabullah banyak lah malampau dek ulah kito juo. Baa dek kalian?” -Tuanku Imam Bonjol, Tabek Patah, 1833- Barangkali memang ada bagian dalam buku ‘Tuanku Rao’ di mana Mangaradja Onggang Parlindungan mengkhayal dahsyat. Demikian telah diulas Buya Hamka dalam ‘Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao’. Tapi seperti pula dicatat Hamka, ada hal-hal menarik di sana yang bisa menjadi otokritik …

Ziarah Sang KYAI

Usianya lebih muda 7 tahun dari Sang Pangeran. Wajahnya tampan dengan janggut tipis menawan, lisannya fasih, ilmunya unggul, ibadahnya terjaga, busananya jatmika, pesonanya memikat. Tak disangkal, dia poros ruhiyah Perang Jawa. Dengan kekuatan jaringannya, sehari setelah Puri Ageng Tegalreja luluh lantak diserbu Belanda pada 18 Juli 1825, di Selarong telah berhimpun 1200-an ‘Ulama, para Syaikh, Haji, Kyai, & Santri Prajurit. …

PRIBUMI, PRILANGIT

Namanya Tan Jin Sing, asal Kedu. Setelah menjadi menantu mendiang Kapitan Yap Ting Ho, antara 1803-1831 dia memangku jabatan sebagai Kapitan Cina untuk Kesultanan. Atas jasanya pada Inggris dalam penyerbuan Keraton Yogyakarta pada Juni-Juli 1812, Raffles memaksa Sultan HB III untuk mengangkatnya jadi Bupati Nayaka pada 18 September 1813. Gelarnya Kanjeng Raden Tumenggung Secadiningrat. Hal ini memicu berbagai suara sumbang. …