TENGGELAM dan MENYELAM

Di lautan nikmat Dua makhluq berpisah Yang satu tenggelam yang lain menyelam Kau tahu apa bedanya? Di lautan nikmat, seringkali kita tenggelam. Tanpa pelita penerang. Tanpa sinaran cahaya yang membuat kita bisa menatap lekat keindahan, keunikan, keajaiban, dan pesona hidup. Bahkan tanpa alat pernafasan yang membuat kita megap-megap mengutuki air terminum yang rasanya pahit-pahit asin. Pada selaman nikmat, kita benar-benar …

MENGHADIRKAN HATI

Katakanlah, seperti saya; Anda menikah kira-kira 15 tahun lalu, atau bahkan lebih. Hampir dipastikan kita mampu mengingat pakaian apa saja yang kita kenakan pada saat akad ataupun walimah dari atasan, bawahan, hingga penutup kepala, dan juga alas kakinya. Masyaallah. Tetapi coba ingat-ingat; masihkah kita hafal baju apa yang kita pakai 19 hari yang lalu? Kecuali Anda punya seragam kerja yang …

BERGURU

Dalam hubungan-hubungan yang kita jalin di kehidupan, Setiap orang adalah guru bagi kita. Ya, setiap orang. Siapapun mereka. Yang baik, juga yang jahat. Betapapun yang mereka berikan kepada kita selama ini hanyalah luka, rasa sakit, kepedihan, dan aniaya, mereka tetaplah guru-guru kita. Bukan karena mereka orang-orang yang bijaksana. Melainkan karena kitalah yang sedang belajar untuk menjadi bijaksana. Mereka mungkin tanah …

GUNDUL DIBLANGKONI

Pekan lalu, Gurunda Ust.¬†Hanan Attaki¬†Ustadz Felix Siauw @oemar_mita @tafaqquhonline rawuh di Jogja dan mengajak jumpa. Qadarallaahu wa maa syaa-a fa’al, malam itu istri saya sudah masuk ruang persalinan putra ke-4 kami dari kehamilannya yang ke-8. Sayapun absen dan mewakilkan diri dengan 4 blangkon shahih (berpelipit 17, sesuai jumlah raka’at shalat; yang 2 model kupu tarung, yang 2 lagi model klasik …