TULIS dan BACA

Saat aku lelah menulis dan membaca,
Di atas buku-buku kuletakkan kepala,
Dan saat pipiku menyentuh sampulnya,
Hatiku tersengat,
Kewajibanku masih berjebah,
Bagaimana mungkin aku bisa beristirahat?
(Imam An Nawawi)

Membaca adalah cara untuk membunuh rasa kagum pada diri sendiri. Sebab setiap kali bertambahnya ilmu membuat kita tertipu, mari bergegas menemui kefasihan Imam Asy Syafi’i, atau menghitung ketebalan Tarikh dan Tafsirnya Ath Thabary, atau menunduk di hadapan 40 lembar seharinya Ibnul Jauzy, atau mengurutkan bidang karyanya Imam As Suyuthi.

Sedangkan menulis adalah cara untuk mencintai dan berlomba dalam kebajikan dengan para mulia itu, hingga kelak semoga kita terkejut ketika Allah menyerahkan catatan ‘amal. “Ya Rabbi, mengapa pahalanya sebanyak ini, sementara ‘amalku sungguh sedikit sekali?”

“Iya wahai penulis. Kau ini memang banyak dosa dan sedikit ‘amalnya. Tapi pahala di catatan ‘amalmu ini berasal dari mereka yang telah membaca bukumu, lalu terilhami untuk berkebajikan. Maka pahala ‘amal-‘amal mereka dicurahkan pula kepadamu, tiada henti dan tanpa mengurangi ganjaran mereka sedikitpun.”

Insyaallah menjumpa Shalih(in+at) di @islamicbookfair 2018 dengan ‘#mncrgknskl‘ bersama @zaky_zr (jumpa kami di stan Sabtu 21 April dan Ahad 22 April pukul 13.00-17.00) senyampang mohon bersabar sejenak menanti 3 seri sejarah bertajuk awal ‘Sang Pangeran’ yang sedang dikerjakan.

Adapun 13 tajuk buku kami insyaallah dapat didapat di stan @proumedia dalam gelaran @islamicbookfair 2018 di JCC Senayan (18-22 April 2018), Makkah stan nomor 61-64 dan Arafah stan nomor 150-153. Nantikan bedah buku #MNCRGKNSKL bersama kami, @zaky_zr dan Ust. @handy.bonny yang @mncrgkn.skl pada Ahad 22 April jam 10.00 di Panggung IBF.😊