HANYA aku BUIHNYA

Dulu aku mengira telah wujud benar nubu’at Nabi mulia tentang ummatnya..
Bahwa mereka besar jumlahnya namun hanya buih yang tiada artinya..
Menjadi santapan yang diperrebutkan aneka bangsa dan kuasa di meja perjamuan durjana..

Tapi hari ini aku sadar bahwa aku keliru sealpa-alpanya..
Sebab yang buih rupanya hanya aku saja..

Hari ini melihat mereka berhimpun dalam barisan..
Melantangkan suara hati nuraninya akan cinta pada Rabb dan kalamNya..
Aku melihat mereka adalah gelombang raksasa..
Yang hanya bergulung dan berdebur semata-mata sebab pengisaran angin oleh Penguasa Alam Semesta..

Tak makhluq ada yang dapat membeli insan sebanyak ini dengan harta berapapun juga..
Tak ada makhluq yang dapat menggerakkan hati sebanyak ini dengan sedu syahdu apapun juga..
Tak ada makhluq yang dapat menjaga keteraturan barisan sebanyak ini dengan kuasa aba-aba sedahsyat apapun juga..

Ya benar, mereka gelombang pasang..
Dan hanya aku buihnya..
Buih yang terus berkubang dalam durhaka padaNya..

Tapi izinkan si buih ini berkata..
Pada yang menutup pintu dan menyelinap pergi dari ketuk sapa orang terzhalimi..
Pada yang berhutang banyak janji dan menumpuk-numpuk gugat akhirat bagi diri..
Pada yang belum mengerti bahwa sebesar dunia yang hendak digenggam itulah beratnya belitan akhirat..

Jangan takut soal takhtamu kini..
Sebab telah tertulis di Lauhul Mahfuzh..
Siapa dan berapa lama yang akan mendudukinya..
Tenanglah saja..
Takkan goyah takdir Allah meski seluruh dunia berhimpun melawannya..

Jangan takut soal kuasamu yang akan datang..
Karena yang akan dipertanggungjawabkan dari yang lalu..
Pasti lebih berat dari seekor unta yang terperosok lubang di jalanan Iraq..
Yang itu sudah membuat Khalifah Adil tak dapat tidur..

Karena bagi kami yang lebih besar bukanlah soal siapa pemimpinnya..
Tapi apakah kami mau meluruskan bengkoknya..
Membetulkan kelirunya..
Menginsyafkan hatinya..
Bahwa dunia ini amat sementara..
Bahwa negeri ini menghajatkan..
Pemimpin yang takut pada Allah dan sayang pada rakyatnya..

Dan kami ummat dan rakyat..
Hanya sedang berjuang untuk memperbaiki diri..
Berhijrah..
Menguatkan iman, menata ukhuwah, memenuhi shaff shalat berjama’ah, meramaikan ta’lim, dan tertatih mengamalkan sunnah..
Agar layak untuk dianugerahi pemimpin sedemikian..
___________
Ditulis tentang peristiwa #411 dan #212, juga karena cibiran tokoh yang menyebut gerakan Aksi Bela Islam ini buih. Diperbaiki ulang bagian akhirnya untuk menegaskan bahwa ada yang jauh lebih tinggi dari soal politik dalam #Reuni212. Selamat reuni. #RagaTakHadirNamunHatiBersama#SuamiSiaga