SURAKARTA

Sebagai anak Yogya, para sepuh kami entah sengaja atau tidak rupanya selalu menanamkan bahwa segala yang berbau Solo itu kurang baik dan tak menarik. Perbedaan yang menajam sejak Perjanjian Giyanti 1755 itu terwariskan setidaknya di alam bawah sadar. Konon karena Susuhunan PB II di Surakarta memilih memperwalikan kerajaan dan pewarisnya pada VOC sementara adiknya, Sultan HB I mendirikan Yogyakarta dengan …

UTUSAN (Palsu)

Sukawati, 1755 Perang paling akbar yang pernah dihadapi Kongsi Dagang terbesar di dunia itu sudah berlangsung 9 tahun dan rakyat Mataram kian menderita bagai pelanduk di tengah tawuran gajah. Enam tahun lalu, Pangeran Mangkubumi akhirnya menerima desakan berulang-ulang menantunya, Pangeran Sambernyawa, untuk mau ditahbiskan menjadi raja Mataram dengan gelar Susuhunan Ingalaga di desa Kabanaran. Sambernyawa menjadi Patihnya. Ya. Hormat dan …

JENGKAR

Surakarta, Mei 1746 Sang Pangeran menunduk dengan sesekali mengulum senyum. Para sentana dan nayaka yang dicekam prihatin tahu, senyum itu adalah perlawanan terhadap kepedihan, kepahitan, dan rasa terhina yang tak terperikan. “Tuan Patih, apa bukan sinting dan tak tahu malu namanya, pengecut tak punya jasa tapi menuntut hadiah akan keberanian?”, aksen Belanda berbau Perancis membahana. “Wah, mana saya tahu Tuan …