PETANG Hari PUISI

Petang, jika tanpa wajahmu yang berkilauan wudhu’ adalah gelap berlipat-lipat. Senja, jika tanpa senyummu yang seiris surga tersiram madu adalah pahit mencekik urat. Surup, jika tanpa tilawahmu yang lirih syahdu adalah sunyi menjerat-jerat. Tapi aku tak boleh takut, tapi aku tak boleh sedih.. Karena aku hendak belajar indahnya gelap dari rindu kepada Maghrib, pada shaff yang rapat dengan kaki-bahu berkait, …