MAKKAH Sedalam CINTA (2)

Jika nanti kau mengunjungi Makkah, sesekali palingkanlah wajah dari toko-toko yang megah dan barangan yang mewah, dan beralihlah menatap pasir-pasir dan debunya yang kini lebih kerana pembangunan di mana-mana. Sebab dalam suasana itu, Sumayyah menemui syahadah, Yasir disalib, Bilal diseret ke tengah gurun, ditindih batu di atas pasir membara, dan dicambuk hingga pemecutnya kelelahan. Sebab dalam sesak itu, Khabbab pernah …

MAKKAH Sedalam CINTA (1)

Jika kau merindu Makkah, sesekali abaikanlah bayangan tentang gedung-gedung yang menjulang gagah, juga jam raksasa yang berdetak mengabarkan kian dekatnya sa’ah. Tapi biarkan khayal itu menyusuri bukit-bukit yang kini bebatuannya pecah-pecah, yang di tengahnya dulu terjepit sebuah lembah. Di situlah semua bermula, dalam doa di dekat bangunan tua yang tetap terjaga bersahaja. “Ya Rabb kami, telah kutempatkan sebagian keturunanku di …

JEDA

“Sesekali, mundurlah selangkah. Temukan hal terlewat yang jatuh di bawah. Tataplah ke seluruh arah; dunia kan jauh lebih indah.” {Su Dong Po, (1037-1101), Sastrawan Dinasti Song} Sesekali, ketika dunia nyata maupun maya terlalu riuh dengan derau yang mengeruhkan batin kita, mari memgambil jeda. Bukankah Isma’il dan ibunya ditinggalkan Ibrahim di lembah tak bertanaman di sisi Rumah Allah yang dimuliakan untuk …

KITA, INSAN (Lembar-Lembar Taushiyah Oleh @jejakimani)

Sebab, ‘umrah seyogyanya bukan semata menikmati kekhusyu’an bersunyi & kesyahduan tempat suci. Ia harus jadi pengisian bekal juang. Maka membayar biayanya moga tak mengurangi kepedulian pada yang susah & terbencana; bahkan menambah gelora tuk terus berbagi. Maka ‘umrah semoga menjadi penguat keyakinan bahwa rizqi Allah tak terkurangi oleh ibadah yang ditunai & infaq yang ditebar. Juga menjadi pengokoh semangat berkorban …