Sendirian

“Sungguh engkau memiliki teman yang banyak sekali”, ujar seseorang kepada Sayyidina ‘Ali. “Tunggulah nanti”, jawab beliau Radhiyallahu ‘Anhu, “Di saat aku tertimpa bencana, barulah aku dapat menghitung mereka yang sejati.

Menjadi tabiat sebagian manusia, bahwa mereka suka memeroleh keuntungan, dan tak rela mendapatkan kerugian; ringan untuk berbagi kebahagiaan, tetapi enggan untuk ambil bagian dalam kenestapaan; serta datang di kala kita berjaya, tapi tak tampak di kala kita dalam nestapa.

Tetapi bahkan jika dalam himpitan kesusahan itu kita merasa sendirian, sesungguhnya ada yang sedang berbisik pada kita agar kembali padaNya, agar hanya mengandalkan Dia, dan tak bergantung kepada segala yang fana. Dan Dia selalu ada, sebaik-baik Penolong dan Pembela.

Sungguh teramat permata apa yang dikatakan Imam Asy Syafi’i ini kiranya:


إذا تخلى الناس عنك في كرب

فاعلم أن الله يريد أن يتولى أمرك

و كفى بالله وكيلًا

Apabila manusia menghindar darimu,

di saat engkau berada dalam derita,

maka ketahuilah bahwa Allah menghendaki,

agar Dia sendiri yang menangani urusanmu.

Dan cukuplah Allah sebagai sebaik Dzat Yang Diserahi.

Maka mari menampakkan diri di tempat dan waktu yang Dia cintai; seperti di rumahNya, masjid-masjid yang lima waktu memanggil kita, juga di sepertiga terakhir malam ketika Dia turun ke langit dunia dan bertanya, “Manakah hamba yang meminta Ampun padaKu, maka Aku mengampuninya, manakah hamba yang memohon pertolonganKu, maka Aku menolongnya, dan manakah hamba yang meminta karuniaKu, maka Aku akan memberiNya.”