Sajak BUIH Bahagia (Menanggapi Nyinyir ‘Buih’ Sehari setelah AKSI 212)

Betapa bahagia menjadi buih..
Yang menempelkan dirinya pada gelombang raksasa..
Ia terpaut, bersama bergerak seirama..
Menjadi saksi ketika samudera yang suci dan menyucikan..
Membasuh dosa-dosa insan beriman..

Betapa bahagia menjadi buih..
Meski hanya bisa mengiringkan tangis..
Menyaksikan pancaran sungai dari mataairnya di Ciamis..
Yang menerjang semua penghalang hingga terkikis..

Betapa bahagia menjadi buih..
Meski hanya terlunjak-lunjak girang..
Menyaksikan sambung-sinambung orang..
Membariskan kendaraan dan lapak-lapak dagang..
Dan menyilakan semua gemericik yang datang..
Mengambil bekal yang terhidang..

Betapa bahagia menjadi buih..
Turut dalam baris-baris kesejukan berwarna putih..
Menggelar sajadah dan menengadahkan rintih..
Menghibakan dzikir dan menyimak taushiyah jernih..
Menasyidkan isi hati bersama para terkasih..

Betapa bahagia menjadi buih..
Ketika cuaca nyaman, tiada dingin panas bersangatan..
Sesekali turun hujan, rintik kecil dalam naungan awan..
Lalu wudhu’ sejenak dicurahkan, langsung dari bejana langit Ar Rahman..

Betapa bahagia menjadi buih..
Ketika Surah Al Maidah dibaca Imam menggedor-gedor batin..
Dan airmatapun mengalir dari mata para ‘arifin..
Berpadu tetes basah yang mengalir dari kopiah beludru maupun satin..
Bersama qunut yang selembut belaian angin..
Sujud dalam genangan di rumput, aspal, dan ubin..

Betapa bahagia menjadi buih yang terlibat menyejarah..
Karena ia tahu bahwa pengalaman damai ini terukir di tiap hati..
Karena ia tahu bahwa persatuan ini memerindingkan berjuta saksi..
Karena ia tahu bahwa gelombang kebangkitan ini tak dapat dihalangi..
Dan ombak yang mengangkat sang buih tinggi-tinggi..
Semoga melepasnya dari belitan udara menjelma uap mengangkasa..
Menuju ridha Rabbnya dan Jannah yang didamba..

#Reuni212 #RagaTakHadirNamunHatiBersama

Sajak BUIH Bahagia(Digubah menanggapi nyinyir 'buih' sehari setelah 212)@salimafillah.Betapa bahagia menjadi buih..Yang menempelkan dirinya pada gelombang raksasa..Ia terpaut, bersama bergerak seirama..Menjadi saksi ketika samudera yang suci dan menyucikan..Membasuh dosa-dosa insan beriman…Betapa bahagia menjadi buih..Meski hanya bisa mengiringkan tangis..Menyaksikan pancaran sungai dari mataairnya di Ciamis..Yang menerjang semua penghalang hingga terkikis…Betapa bahagia menjadi buih..Meski hanya terlunjak-lunjak girang..Menyaksikan sambung-sinambung orang..Membariskan kendaraan dan lapak-lapak dagang..Dan menyilakan semua gemericik yang datang..Mengambil bekal yang terhidang…Betapa bahagia menjadi buih..Turut dalam baris-baris kesejukan berwarna putih..Menggelar sajadah dan menengadahkan rintih..Menghibakan dzikir dan menyimak taushiyah jernih..Menasyidkan isi hati bersama para terkasih…Betapa bahagia menjadi buih..Ketika cuaca nyaman, tiada dingin panas bersangatan..Sesekali turun hujan, rintik kecil dalam naungan awan..Lalu wudhu' sejenak dicurahkan, langsung dari bejana langit Ar Rahman…Betapa bahagia menjadi buih..Ketika Surah Al Maidah dibaca Imam menggedor-gedor batin..Dan airmatapun mengalir dari mata para 'arifin..Berpadu tetes basah yang mengalir dari kopiah beludru maupun satin..Bersama qunut yang selembut belaian angin..Sujud dalam genangan di rumput, aspal, dan ubin…Betapa bahagia menjadi buih yang terlibat menyejarah..Karena ia tahu bahwa pengalaman damai ini terukir di tiap hati..Karena ia tahu bahwa persatuan ini memerindingkan berjuta saksi..Karena ia tahu bahwa gelombang kebangkitan ini tak dapat dihalangi..Dan ombak yang mengangkat sang buih tinggi-tinggi..Semoga melepasnya dari belitan udara menjelma uap mengangkasa..Menuju ridha Rabbnya dan Jannah yang didamba…#Reuni212 #RagaTakHadirNamunHatiBersama

Dikirim oleh Salim A. Fillah pada 4 Desember 2017