PANDANGAN ORANG

“Tak perlu banyak-banyak kauceritakan tentang dirimu”, ujar Sayyidina ‘Ali ibn Abi Thalib. “Sebab yang mencintaimu tak memerlukannya. Karena yang membencimu takkan percaya.”

Kita tak pernah bisa mengatur, seperti apa gambaran tentang diri kita di benak orang. Bahkan bagi dia yang berusaha keras untuk menampilkan diri sebaik-baiknya, manusia akan selalu menemukan celah kekeliruannya. Bahkan bagi dia yang sudah seterbuka mungkin memperlihatkan kejelekannya, manusia dapat saja menemukan cara untuk menghormatinya.

Begitulah dunia. “Ridha manusia adalah tujuan yang takkan perbah dapat digapai”, ujar Imam Asy Syafi’i tentangnya. “Maka bersemangatlah pada apa-apa yang mendatangkan ridha Sang Pencipta, dan tak perlu kaupedulikan ucap-ucap para hamba.”

Dikutip oleh Imam Ibn ‘Abdil Barr dalam Al Intiqa’, ada ungkapan emas lain dari beliau;

من عرف نفسه لم يضره ما قيل فيه

“Siapa mengenal dirinya, takkan membahayakannya apapun yang dikatakan orang tentangnya.”

Tapi yang termuat dalam majalah nasional ini, agaknya memang perlu dimuat, karena saya agak geli membacanya. Jadi saya ini masuk kategori macam apa dalam penelitian para jamhur anti-intoleransi dan anti-radikalisme? Jihadi? Tarbawi? Islamisme populer?

Tak apalah. Pokoknya saya ini bangga mengembalikan makna Pancasila sebagai warisan para founding fathers yang ulama. Saya ini penggemar wayang kulit dan penghobi keris. Saya ini pencinta budaya Jawa dan berusaha menghafal falsafah boga, busana, hingga tata kota Yogyakarta. Saya fans trio Dinasti Mataram Sultan Agung, Mangkubumi, dan Diponegoro, sekaligus pengagum Zhuge Liang dari kisah Tiga Kerajaan.

Dan pula, saya ini penggemar Saint Seiya dan mengoleksi seri animenya dari SS Klasik, Hasgard Saga, Poseidon Saga, Hades Chapter Sanctuary, Inferno, dan Elysium, The Lost Canvas, Episode G, hingga SS Omega hingga ber-gigabita. Lha kan, orang aneh memang.😄