PAHLAWAN yang #MNCRGKNSKL

Di zaman prihatin, tiap orang merindukan hadirnya pahlawan bagi dirinya. Di kala terseret arus menenggelamkan, seraut ilalangpun akan ternilai sebagai jangkar tambatan.
.
Maka kita yang paling #mncrgknskl sekalipun, selalu berpeluang jadi pahlawan.
.
Lirik ‘Sepasang Mata Bola’ karya Ismail Marzuki menggambarkan rindu itu dengan syahdu.
.
“Hampir malam di Jogja, ketika keretaku tiba..
Remang remang cuaca, terkejut aku tiba tiba..
.
Dua mata memandang, seakan-akan dia berkata..
Lindungi aku pahlawan, daripada si angkara murka..”
.
Kita mengenang Abu Mihjan Ats Tsaqafy, pecandu khamr kelas berat. Di zaman Abu Bakr dia dicambuk 40 kali. Atas fatwa ‘Abdurrahman ibn ‘Auf, di masa ‘Umar cambukan tuk pemabuk dinaikkan sebagai ta’zir jadi 80 kali. Dan Abu Mihjan kena lagi.
.
Yang membuat Abu Mihjan sedih, kebiasaan minum khamr yang belum sembuh jua saat mendampingi Panglima Sa’d ibn Abi Waqqash di Qadisiyah menjadikannya tak bisa ikut bertempur. Sa’d memerintahkan agar dia dirantai.
.
Tapi Abu Mihjan adalah petarung yang lihai, juru taktik yang pandai.
.
Maka istri Sa’d yang melihat Abu Mihjan terus menangis karena tak bisa bertempur, jatuh iba. Dilepasnya Abu Mihjan. Sang ksatria berjanji akan kembali ke tahanan seusai pertempuran. Maka dengan menutupi wajah, dia bertarung dahsyat, memandu pasukan muslim mengalahkan gajah-gajah Persia yang selama ini jadi tantangan terberat, bahkan dia tewaskan Panglima Agung Persia, Rustum.
.
Petang itu diam-diam Abu Mihjan kembali merantai dirinya. Kali ini dengan bahagia karena telah berdarmabakti dalam jihad, bahkan tanpa dikenali. Kelak setelah mengetahui dari sang istri, Sa’d mengampuni Abu Mihjan dan memuliakannya.
.
Kisah Abu Mihjan bukan untuk menenggang pelanggaran kita akan syari’at. Ini kisah agar kita hargai semua orang yang ingin berjuang di jalanNya, meski mereka belum sempurna, meski mereka #mncrgknskl.

Dirgahayu Indonesiaku. Ta’zhim dan doa bagi para pahlawan tak dikenal, tak bergelar, tak disebut di buku ajar, tak dikenang dalam hening cipta dan upacara nan hingar.


Posted

in

by

Tags: