MUHASABAH #10yearchallenge

Zaman itu masih sering terlihat tak berpenutup kepala. Tapi isi kepala dan isi hati kita di setiap ‘amal taat maupun maksiat memang harus diperiksa. Teringat kuta ungkapan indah Sahl ibn ‘Abdillah At Tasturi:

“Apabila seorang hamba melakukan ketaatan dan ‘amal shalih, lalu dia berkata, “Ya Allah, semua ini semata karena petunjukMu, dengan pertolonganMu, dengan karuniaMu”, maka Allah pun ridha padaNya dan justru berfirman, “Tapi kaulah yang melakukan ketaatan dan ‘amal shalihmu itu sendiri wahai hambaKu, maka Aku adalah Asy Syakuur yang berterimakasih padamu, kuampuni dosamu dan kuberikan ganjaran berlipat ganda padamu.”

Tetapi jika seorang hamba melakukan ketaatan dan ‘amal shalih lalu dia berkata, “Akulah yang beribadah, akulah yang taat, akulah yang beramal shalih”, maka Allah pun marah kepadanya dan berfirman, “Hai hambaKu, mungkinkah kaulakukan semua itu tanpa petunjukKu, tanpa pertolonganKu, dan tanpa karuniaKu?”

Dan apabila seorang hamba bermaksiat dan melakukan dosa lalu berkata, “Ya Allah, ini semua karena ketetapanMu, kekuasaanMu, dan kehendakMu”, maka Allah pun murka kepadaNya dan berfirman, “Hai hambaKu, tapi kamu sendiri yang memilih melakukan itu? Kamu sendiri kan yang berbuat jahil? Kamu sendiri kan yang durhaka itu?”

Tetapi jika dia berkata dengan penuh penyesalan, “Ya Rabbi, aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kejahilanku.” Allah pun menghadap kepadanya dan berfirman, “Hai hambaKu, Aku yang telah menentukan dan menakdirkan itu kepadaMu, maka hapuslah airmatamu. Sungguh dosamu telah Kututupi, Kumaafkan, dan Kuampuni!”

Ya Allah, bimbinglah selalu kami…