MAHKAMAH

Hari ini ketika mengunjungi Mahkamah Internasional di Den Haag, terbersit kembali renungan akan sebuah ayat.

“Dan diletakkan kitab catatan ‘amal, lalu kaulihat para pendosa ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, & mereka berkata, ‘Aduhai celaka kami, kitab macam apakah ini; tak meninggalkan hal kecil ataupun yang besar, melainkan ia meliput semuanya?” {QS Al Kahfi [18]: 49}

“Di akhirat nanti”, demikian para mufassir menyatakan, “Para pendosa tak mengeluhkan takdir, sebab memang Allah Maha Adil. Yang mereka sesali, betapa lengkap catatan ‘amal.

Maka mari kita membayar di muka. Menyesali dosa di dunia, insyaallah jadi pemupus keluh di akhirat. Dan setidaknya, jangan pernah meremehkannya. “Jangan lihat kecilnya dosa”, begitu nasehat Bilal ibn Sa’d, “Tapi perhatikan betapa Maha Agung Dzat yang mana kita durhaka padaNya.”

“Dosa-dosa itu bagaikan luka”, tulis Al Imam Ibn Qayyim, “Dan sering terjadi, banyaknya luka membawa si penderita pada kebinasaannya.”

“..Allah meliput semua ‘amal perbuatan, padahal mereka telah melupakannya.” {QS Al Mujaadilah [58]: 6}

Mari terus mengingati dosa, hingga tak jeda permohonan ampun kita padaNya. Mari memperbanyak membaca Sayyidul Istighfar, yang penuh pengakuan akan segala nikmat Allah dan dosa-dosa kita, hingga hisab nanti termudahkan adanya.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hambaMu. Aku menetapi perjanjianMu dan janjiMu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepadaMu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”