JALAN ITU

“Katakan hai Muhammad: ‘Ini jalanku, aku berdakwah menyeru manusia kepada Allah di atas bukti yang nyata, aku dan orang-orang yang mengikutiku, Maha Suci Allah, dan tidaklah aku termasuk orang-orang yang mempersekutukanNya.” (QS Yusuf: 108)
.
Jalan itu adalah dakwah, di atas ilmu dan hujjah. Jalan itu adalah perjuangan dalam ukhuwah dan jama’ah. Jalan itu penuh perencanaan dan kehati-hatian untuk menjaga kemuliaan tauhid dan sunnah. Jalan itu amat tinggi derajatnya dalam pengabdian padaNya namun rentan jua menggelincirkan ke jurang dosa terparah.
.
Seperti kisah Yusuf yang memukadimahinya, inilah jalan lurus itu; berkelok dan menikung, menanjak dan melongsor, membentang dan menghimpit, curam dan terjal, deras dan gemuruh, keras dan runcing.
.
Sebab kelurusan itu ada di hati yang tak pernah berbelok dari Allah sebagai sesembahan yang haq. Lurus, sebab hanya pada Allah tunduknya, taatnya, dan tentramnya; hanya untuk Allah yakinnya, pasrahnya, dan kebajikannya; hanya bersama Allah gigil takutnya, gerisik harapnya, dan getar cintanya.
.
“Dan sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (QS Maryam: 36)
.
Jalan lurus itu diikat oleh hakikat hidup; ibadah pada Allah dan berjuang di jalanNya. Bahwa di dalamnya ada nestapa dan derita, ia penggenap bagi kebersamaan dan cinta. Bahwa di dalamnya ada kehilangan dan duka, ia penguat bagi sikap syukur dan menerima. Bahwa di dalamnya ada pedih dan siksa, ia penyempurna bagi rasa nikmat dan mulia.
.
Maka di jalan itu, betapa pentingnya rekan bergandeng tangan, untuk menguatkan dan mengingatkan, untuk menyemangati dan menasehati, untuk memacu kencang dan menahan dari ketergelinciran. Seperti Musa meminta Harun menjadi mitranya.
.
Maka kebersamaan dalam juang ini indah dan mahal. Perbedaan yang ada, agaknya hanya tentang pembagian kerja yang sama muaranya. Lucu kalau yang sedang mencetak genteng menghina-hina yang sedang menata bata, padahal mereka sedang membangun rumah yang sama. Aneh kalau yang sedang menggali pondasi menjelek-jelekkan para penyiap kusen, pintu, dan jendela.


Posted

in

by

Tags: