Dua MATA Dua TANGAN

Ada kalanya kita seperti dua mata,
tak pernah berjumpa,
tapi selalu sejiwa.

kita menatap ke arah yang sama,
walau tak berjumpa,
mengagumi pemandangan indah,
dan berucap masyaallah.

kita bergerak bersama,
walau tak berjumpa,
mencari pandangan yang dihalalkan,
menghindar dari yang diharamkan,
dan berucap astaghfirullah.

kita menangis bersama,
walau tak berjumpa,
dalam kecewa, sedih, ataupun gembira,
duka dan bahagia,
dan tetap berucap alhamdulillah

kita terpejam bersama,
walau tak berjumpa,
memberi damai dan rehat,
sambil berucap laa haula
wa laa quwwata illa billaah.

tapi kadang kita perlu menjadi dua tangan,
berjumpa dalam sedekap shalat,
berjama’ah menghadap Allah.

tapi kadang kita perlu menjadi dua tangan,
berjumpa dalam membersihkan,
segala kotor dan noda dari badan.
_________________
Puisi lawas dipersembahkan oleh: @fullheart.corp @mncrgkn.skl @jejakimani @prouchannel @proumedia