CHANGE(i)

“Bairik bendi di Indaruang..
Mandaki taruih Sitinjau Lauik.
Jan baranti tangan mandayuang..
Nanti aruih mambao hanyuik.”

Selain karena wafatnya mengguncang ‘Arsy, panggilan “Sayyid” baginya, dan kepahlawanan di Khandaq ketika nadinya pecah serta keputusannya atas pengkhianatan Quraizhah, apa yang dipuji Rasulullah ﷺ dari Sa’d ibn Mu’adz, pemimpin Aus?

Adalah dia seorang yang amat tekun bekerja, hanya makan dari apa yang dihasilkan oleh tangannya sendiri meski dirinya seorang pemimpin kabilah. Telapaknya menjadi kasar, berkapal, lagi pecah-pecah oleh kerasnya dia bergawai di ladang kurma.

Suatu hari Rasulullah ﷺ mencium tangan yang terampil dan kokoh itu dengan penuh kasih sayang serta pemuliaan. Beliau ﷺ bersabda, “Inilah tangan yang dicintai Allah dan takkan disentuh api neraka.”

إن الله يحب أحدكم إذا عمل عملاً أن يتقنه

“Sesungguhnya Allah cinta pada salah seorang di antara kalian, apabila melakukan sesuatu, dia mengerjakannya dengan ‘itqan. (HR. Abu Ya’la)

Bekerja dengan ‘itqan, menekuninya hingga ahli, mengerjakannya dengan disiplin dan profesional, serta menghasilkan karya berkualitas adalah jalan menjemput cinta Allah. Kita bekerja sebagai rasa syukur kepada Allah, dan Dia ‘Azza wa Jalla meminta kita mengihsankan ‘amal itu, menjadikannya melampaui harapan penerima serta penikmat hasil kinerja kita.

“…Dan berbuat ihsanlah, sebagaimana Allah telah berbuat ihsan kepadamu…” (QS Al Qashash: 77)

Dia berbuat ihsan karena segala anugrahNya adalah rahmat, cinta yang hanya memberi, tak harap kembali. Rahmat, dari Yang Maha Pengasih yang kasihNya tiada pilih-pilih. Rahmat, dari Yang Maha Penyayang yang sayangNya tiada batas berbilang. Maka seluruh kerja kita adalah pengabdian padaNya, hanya karenaNya, hanya bersamaNya, hanya untukNya. Itulah ikhlas kiranya.

Nama bandara antarbangsa tempat singgah ini mengingatkan saya bahwa termasuk pengamalan asas ‘itqan, ihsan, dan ikhlas dalam berkerja, adalah senantiasa mengupayakan persembahan hal baru dan segar bagi pembaca, demi kian dekatnya mereka pada penghayatan kehambaannya pada Allah.

Ya Allah, bimbinglah diri, agar tak henti tangan mendayung, karena arus membawa hanyut.