DAN SENGOKU-PUN BERAKHIR

Tiga nama itu takkan pernah hilang dari sejarah Jepang; Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu. Anak-anak Jepang masih menghafal peran agung mereka di masa penyatuan Jepang yang berdarah di akhir Era Sengoku dalam sebuah haiku, “Nobunaga menumbuk padi, Hideyoshi menanak nasi, dan Ieyasu memakannya tujuh turunan.” Tentang watak masing-masingnya, sebuah puisi pendek lain dengan tepat menggambarkannya. “Jika seekor burung …

KOTA KOSONG DI HAMAMATSU

“Musuh kuat yang terlalu waspada, dapat dikalahkan dengan cara yang amat sederhana.” {Zhuge Liang} Prinsip yang dikemukakan Kong Ming sang naga tidur ini dibuktikannya ketika mengalahkan Panglima Agung Sima Qian dari Wei dengan taktik jitu yang kelak dikenal sebagai ‘Siasat Kota Kosong’. Saat itu 150.000 pasukan Wei bersenjata lengkap datang menyerbu Kota Xicheng yang hanya dijaga 100 orang tak terlatih, …

KEYAKINAN

Suatu hari di tahun 628, dua kakak beradik sedang menjaring ikan di Sungai Sumidagawa. Yang mereka dapat bukan ikan, melainkan sebuah arca Kannon. Ketika dengan hati-hati benda itu dikembalikan ke sungai, ke manapun mereka mengarahkan lemparan jaring, patung itu pulalah yang tersangkut. Begitu terjadi berulang kali. Kannon, di Cina dikenal sebagai Guan Yin alias Dewi Kwan Im, perlambang welas asih, …

SURAKARTA

Sebagai anak Yogya, para sepuh kami entah sengaja atau tidak rupanya selalu menanamkan bahwa segala yang berbau Solo itu kurang baik dan tak menarik. Perbedaan yang menajam sejak Perjanjian Giyanti 1755 itu terwariskan setidaknya di alam bawah sadar. Konon karena Susuhunan PB II di Surakarta memilih memperwalikan kerajaan dan pewarisnya pada VOC sementara adiknya, Sultan HB I mendirikan Yogyakarta dengan …