Category: Motivasi

  • BERTAMU pada ALLAH di Bulan SUCI

    Di bumi yang hiruk-pikuk, ruh kita adalah makhluq yang asing dan kesepian. Ia berasal dari Allah, dan ingin bergegas kembali padaNya. Tapi jasad yang tercipta dari tanah, inginnya berlama-lama di bumi. Maka sampai batas waktu yang ditentukan ia harus bertahan, ia harus dikuatkan. Ruh selalu merindukan keterhubungan langsung antara kehambaannya yang fana dan kekuatan abadi.…

  • FITNAH

    Kenalkah Tuan dengan Nashr ibn Hajjaj? Pada suatu malam Sayyidina ‘Umar berada dalam perondaannya di Madinah, hingga beliau mendengar dari sebuah loteng rumah suara seorang gadis bersyair, هل من سبيل إلى خمر فأشربها ام هل من سبيل إلى نصر بن حجاج “Adakah jalan yang mengantarku pada khamr hingga dapat meminumnya? Atau adakah jalan sampainya diriku…

  • NAUNGAN

    Dalam panas maupun deras, dalam terik maupun rintik, dalam gerah maupun basah, dalam susah maupun resah, naungan selalu bermakna kebaikan. Maka ketika mentari didekatkan sejengkal, ketika dalam telanjang, tanpa alas kaki, dan tak berkhitan semua dicekam ketakutan atas dirinya sendiri, janji Allah untuk memberi naungan terasa manis sekali. Ialah lindungan, penjagaan, kesejukan, keteduhan, ketenangan, ketentraman.…

  • KEZHALIMAN

    Bagi tiap tirani aniaya yang perkasa; Allah selalu hadirkan pejuang gigih. Tapi Dia Maha Kuasa mengakhiri mereka dengan hal kecil dan sederhana. Bagi Fir’aun yang merasa kuasa mengalirkan Nil dan memperbudak Bani Israil; ada Musa yang tak putus asa. Tapi airlah yang mengakhiri si raja. Bagi Namrudz yang menyatakan mampu menghidupkan dan mematikan; ada Ibrahim…

  • SENANDUNG

    Lengan-lengan baju disingsingkan. Beliung menghantam bebatuan. Debu-debu menguar mengaburkan pandangan. Tanah-tanah diangkut dengan cekatan. Dan lapar letih yang mencekik tajam dicekam kabar sepuluh ribu musuh yang mendekat kian. Sosok agung itu turun pula ke galian. Dia ﷺ menghela bongkah-bongkah di atas kepala sementara bebutir kecilnya mengotori pakaian. Dari lisan sucinya ﷺ tersenandung kesyahduan. Lembut mengalun…

  • Putri CADAR Biru

    “Putri cadar biruu.. Putri cadar biruuu..”, seru naracarita bersuara keibuan sekira paruh awal tahun 90-an itu. Inilah lanjutannya, “Sebuah sandiwara radio penuh tragedi menegangkan di kalangan rimba persilatan yang dikobarkan oleh seorang dara jelita akibat cinta yang kandas sebelum terbalas..” Agak lebay memang pengantar itu. Sebab bagi para penyimak setianya, kisah Putri Cadar Biru lebih…