Category: Motivasi
-
PEDANG ALLAH
Lelaki itu menatap cawan yang dihidangkan padanya. Dia tahu, minuman itu berracun. Tapi sejak awal, bila ditanya mengapa pasukannya begitu berjaya di hadapan ratusan ribu Legiun Romawi yang terkenal perkasa, dia selalu berkata, “Aku membawa pasukan yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.” Maka dia memutuskan untuk meminum cairan pembunuh itu. Tentu dengan sebuah doa:…
-
NIKAH
Tiada terlihat indah lebih indah, bagi dua hati yang saling mencintai, yang semisal nikah. Tiada terdengar lebih tuah, bagi dua pribadi yang menikah, yang semisal berkah. Tiada terbaca lebih menjaga, bagi kedua jiwa yang berkah, yang semisal sakinah. Tiada teraba lebih membara, bagi dua sosok yang sakinah, yang semisal mawaddah. Tiada terasa lebih surga, bagi…
-
NAK (2)
“Nak, semua orang akan kembali kepada Allah setelah matinya; tapi berbahagialah mereka yang telah melangkah menuju Allah di sepanjang hidupnya.” “Nak, sebab hidup ini adalah ibadah kita kepada Allah, maka tugas kehambaan kita adalah mengemudi hati ini agar selalu mengarah padaNya, menuju padaNya. ” “Nak, jalan lurus menuju Allah bukanlah jalan yang mulus, yang bebas…
-
GELOMBANG & LAUTAN
Alkisah, sebuah gelombang kecil asyik bermain di tengah lautan. Ia naik dan turun, maju dan mundur, berputar dan bergulung-gulung. Ia begitu bahagia seolah segalanya takkan berakhir. Dengan riang ia nikmati angin sejuk dan udara sepoi basah yang bertiup lembut. Begitulah sampai suatu saat dalam jarak yang tak lagi jauh dari pantai, ia menyaksikan gelombang-gelombang lain…
-
METHUK: Jumpa dan Menjemput
“Keberanian sejati mengenal rasa takut. Dia tahu bagaimana takut kepada apa yang harus ditakuti. Orang-orang yang tulus menghargai hidup dengan penuh kecintaan. Mereka mendekapnya sebagai permata yang sangat berharga. Maka mereka memilih waktu serta tempat yang paling tepat untuk menyerahkannya. Untuk mati dengan penuh kemuliaan.” (Eiji Yoshikawa, ‘Musashi’) “Methuk” berasal dari kata “pethuk” yang dalam…
-
PRASAJA LEGAWA
Bagi penikmat 4 jilid seri ‘Mangan Ora Mangan Kumpul’ (2: Sugih Tanpa Bandha, 3: Madhep Ngalor Sugih Madhep Ngidul Sugih, 4: Satria Piningit ing Kampung Pingit) karya Prof. Dr. Umar Kayam, tentu tidak asing dengam tokoh bernama Prof. Prasaja Legawa. Berikut saya berikan ilustrasi ala Pak Ageng: “Lha mulai terdengar mendekat suara motor bebek tua…