BELUM HAJI

Bagi yang belum terrizqi haji tahun ini; terhadiahkan ungkapan indah Imam Ibn Rajab Al Hanbaly dalam Lathaiful Ma’arif; berribu maaf bersebab terjemah kami amat jauh dari sastrawi..

‏من لم يستطع الوقوف بعرفة
فليقف عند حدود الله الذي عرفه

Siapa belum mampu berdiam-wukuf di ‘Arafah suci; hendaklah dia berhenti pada batas hukum Allah yang telah dia mengerti.

‏ومن لم يستطع المبيت بمزدلفة
فليبت على طاعة الله ليقربه ويزلفه

Dan siapa yang belum mampu mabit-bermalam di Muzdalifah; bermalamlah dengan ketaatan pada Allah; agar akrab padaNya & dekat bermesra.

‏ومن لم يقدر على ذبح هديه بمنى
فليذبح هواه ليبلغ به الُمنى

Siapa yang belum kuasa menyembelih hewan hadyu-nya di Mina; hendaklah dia sembelih hawa nafsunya agar dengannya ia sampai pada cita-cita.

‏ومن لم يستطع الوصول للبيت لأنه بعيد
فليقصد رب البيت فإنه أقرب إليه من حبل الوريد

Dan siapa yang belum mampu sampai ke Baitullah bersebab jauhnya, hendaklah dia tuju Rabbnya Ka’bah yang lebih dekat daripada urat lehernya.

Demikian terkutip dari Lathaiful Ma’arif/633 dengan alih-bahasa yang tak tepat makna & tak menggapai sastranya; semoga Allah limpahi kita kemabruran, sejak kini & selamanya.
__________
Ilustrasi: #Keris berwarangka sunggingan karya lama Bp. Laskam. Motif Alas-alasan Tarung menunjukkan hewan hutan yang berkelahi satu sama lain, pralambang sisi hewani diri kita yang harus kita sembelih di tiap ‘Idul Adha, dan harus kita taklukkan agar dapat berselaras dengan semesta.

Motif Kepala Kala mengingatkan betapa berharganya waktu, jangan kita lena dan tertelan olehnya, sebab “Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, serta saling bertaushiyah tentang kebenaran, juga saling bertaushiyah tentang kesabaran.” (QS Al ‘Ashr 1-3)

Selamat ‘Idul Adha, Shalih(in+at). Taqabbalallaahu minnaa wa minkum.😊Karena ilustrasi gambar kambing sudah terlalu mainstream.😂