MAKKAH Sedalam CINTA (2)

Jika nanti kau mengunjungi Makkah, sesekali palingkanlah wajah dari toko-toko yang megah dan barangan yang mewah, dan beralihlah menatap pasir-pasir dan debunya yang kini lebih kerana pembangunan di mana-mana. Sebab dalam suasana itu, Sumayyah menemui syahadah, Yasir disalib, Bilal diseret ke tengah gurun, ditindih batu di atas pasir membara, dan dicambuk hingga pemecutnya kelelahan. Sebab dalam sesak itu, Khabbab pernah …

MAKKAH Sedalam CINTA (1)

Jika kau merindu Makkah, sesekali abaikanlah bayangan tentang gedung-gedung yang menjulang gagah, juga jam raksasa yang berdetak mengabarkan kian dekatnya sa’ah. Tapi biarkan khayal itu menyusuri bukit-bukit yang kini bebatuannya pecah-pecah, yang di tengahnya dulu terjepit sebuah lembah. Di situlah semua bermula, dalam doa di dekat bangunan tua yang tetap terjaga bersahaja. “Ya Rabb kami, telah kutempatkan sebagian keturunanku di …

PULANG Ke KOTAMU

Setangkup haru dalam rindu, menjelang pulang tugas dari New Zealand yang syahdu. Kangen kepada Yogyakarta adalah kangen yang niscaya. Mungkin karena itulah ada kata “se-yogya-nya” untuk menunjukkan hal yang lebih ideal, hal yang lebih afdhal, hal yang jika tak dipenuhi bisa membuat kita kesal, sebal, dan menyesal. Postingan Kraton Jogja tentang pementasan Beksan Lawung Ageng karya Sultan Hamengkubuwana I pada saat puncak …

Pesona ADAB dan ILMU

Saya selalu ingat adegan dalam serial lawas itu. Imam Daril Hijrah yang agung, Malik ibn Anas, dengan jubah birunya yang indah dan ‘imamah putihnya yang megah duduk dalam sikap sempurna membacakan hadits-hadits Rasulillah ﷺ. Para murid duduk menunduk, mencatat dengan khidmat, dan memerinci penjelasan Sang Guru dengan cermat. Di tengah majelis, seorang pemuda tampan bercambang tipis yang janggutnya tak melampaui …