MARAH

Nak, izinkan aku berkisah tentang seorang lelaki yang pergi dengan marah. Mari kita fahami betapa berat tugas dakwahnya di Ninawa, betapa telah habis sabarnya atas pembangkangan kaumnya. Malam dan siang, pagi dan petang; diajaknya mereka meninggalkan berhala-berhala tak bernyawa dan perbuatan-perbuatan tak bermakna. Didekatinya mereka satu-satu maupun dalam kumpulan, ketika sepi maupun di keramaian. Tetapi hanya cemooh dan tertawaan, umpatan …

MENANG dan KALAH, SYURA dan SABAR

“…Karena jiwa tidak akan pernah menang, Dalam semua kecamuk perang, Kecuali setelah ia menang dalam pertempuran rasa, Pertarungan akhlak, dan pergulatan manhaj…” -Sayyid Quthb, Fii Zhilaalil Qur’an- Semakin banyak manusia berhimpun, maka akan semakin terlihat betapa beragamnya mereka. Perbedaan-perbedaan tak terelakkan baik dalam merasa, memperhatikan, memikirkan, menelaah, mengambil sikap, maupun bertindak. Maka hidup berjama’ah sekokoh janji, selalu memerlukan suatu ikhtiar …

TULISAN JELEK

Ada kisah jenaka yang akan selalu menjadi renungan tak henti-henti bagi penulis yang tak boleh pupus belajar seperti kami. Adalah Al Imam Shafiyuddin Muhammad ibn ‘Abdurrahim Al Hindiy, seorang faqih madzhab Syafi’i di jazirah anak benua, sering mendapat cibiran orang bersebab tulisan tangannya yang jelek. “Isinya masyaallah, tapi tulisannya inna lillah. Ilmunya anugerah, tapi khath-nya musibah”, demikian kira-kira dikatakan orang …

BERAKIT-RAKIT KE BUKU

Ada zaman ketika pengetahuan begitu ‘berharga’, bahkan dalam makna paling harfiahnya. Harga 1 jilid salinan Shahih Al Bukhari di atas perkamen berhias, demikian dikisahkan Imam Adz Dzahabi tentang masa hidup beliau di abad ke-8 Hijriah, adalah 1000 dinar. Itu berarti senilai 4,25 kilogram emas 22 karat. Enam abad sebelumnya, sepanjang Imam Malik membacakan hadits-hadits Rasulillah, ada seorang pemuda mengotak-atikkan telunjuk …