BERGURU

Dalam hubungan-hubungan yang kita jalin di kehidupan, Setiap orang adalah guru bagi kita. Ya, setiap orang. Siapapun mereka. Yang baik, juga yang jahat. Betapapun yang mereka berikan kepada kita selama ini hanyalah luka, rasa sakit, kepedihan, dan aniaya, mereka tetaplah guru-guru kita. Bukan karena mereka orang-orang yang bijaksana. Melainkan karena kitalah yang sedang belajar untuk menjadi bijaksana. Mereka mungkin tanah …

SANG PANGERAN

(Kutipan Babad Dipanegara yang ditulis dalam pembuangan di Manado pada 1831-1833 dalam bentuk tembang dan beraksara pegon, lebih dari 1000 halaman; diakui sebagai salah satu naskah Memories of The World oleh UNESCO, dan salah satu pionir otobiografi di dunia) MIJIL //sun amedhar suraosing ati/ atembang pamiyos/ pan kinarya anglipur brangtane/ aneng Kitha Manadhu duk kardi/ tan ana kaeksi/ nging sihing …

MERHABA

Kabut selepas subuh mengurai kepekatannya dengan enggan. Udara yang berat terasa mendaki lekak-lekuk bebatan surban di kepala para penumpang perahu berlayar ganda berbentuk segitiga itu. Orang Arab biasa menyebut perahu angkut tangguh yang muncul Jake zaman Nabatean itu sebagai Dhow. Pada akhir November 1823, salju belum turun. Tetapi angin permulaan musim dingin yang keras di selingkar Laut Tengah mulai terasa …

Sang PANGERAN dan JANISSARY Terakhir

Tubuh tinggi besar Ali Basah Sentot Prawiradirja terduduk lemas. Tangannya memegangi sorban merah yang melilit kepalanya. Matanya terpejam. Kumis gagahnya yang biasanya tegak melintang seakan luruh tertunduk. Bibir tebalnya mengomat-ngamitkan entah istighfar entah sesal. Di hadapannya, Basah Nurkandam tegak menanti keputusan terakhir Sang Senapatigung Perang Jawa itu. “Saya tahu, Kangmasmu Raden Rangga Prawiradiningrat, Bupati Wedana Mancanegara Timur itu yang memintamu …