MERHABA

Kabut selepas subuh mengurai kepekatannya dengan enggan. Udara yang berat terasa mendaki lekak-lekuk bebatan surban di kepala para penumpang perahu berlayar ganda berbentuk segitiga itu. Orang Arab biasa menyebut perahu angkut tangguh yang muncul Jake zaman Nabatean itu sebagai Dhow. Pada akhir November 1823, salju belum turun. Tetapi angin permulaan musim dingin yang keras di selingkar Laut Tengah mulai terasa …

Sang PANGERAN dan JANISSARY Terakhir

Tubuh tinggi besar Ali Basah Sentot Prawiradirja terduduk lemas. Tangannya memegangi sorban merah yang melilit kepalanya. Matanya terpejam. Kumis gagahnya yang biasanya tegak melintang seakan luruh tertunduk. Bibir tebalnya mengomat-ngamitkan entah istighfar entah sesal. Di hadapannya, Basah Nurkandam tegak menanti keputusan terakhir Sang Senapatigung Perang Jawa itu. “Saya tahu, Kangmasmu Raden Rangga Prawiradiningrat, Bupati Wedana Mancanegara Timur itu yang memintamu …

SAPTA Donga PAMUJI (Tujuh Doa Permohonan Sang Pemanah)

Dikutip dari Kitab Kidung Suryenglaga. Tersusun dalam tembang, ditulis dalam Aksara Arab Pegon. Adapun Pangeran Adipati Suryenglaga Sabilullah adalah Panglima Pasukan Bulkiya dalam Perang Dipanegara 1825-1830. Tembang: MASKUMAMBANG I //Solahira kapurwakan Bismillaahi Sukunira pasang Intisob basa Ngarabi Pinangka donga pambuka// Terjemah: Segala gerakmu dimulai dengan “Bismillaah” Kakimu dalam posisi kuda-kuda Intishab Bahasa Arabnya Sebagai doa pembuka II //Tafwik panyanthel lan …

The PRINCE & The Last JANISSARIES

Kyahi Gentayu berjingkrak, menaikkan kaki depannya sambil meringkik riang dan sesekali melonjak. Surainya berkibar terentak selaras dengan tapak-tapaknya yang berkecipak. Dengan kepala mendongak, sang penunggang tetap dapat duduk tegak. Lelaki berperawakan tinggi lagi kacak itu tampak seperti sedang menari tandak. Gerak tubuhnya melenggak sesuai lenggok tunggangannya yang rancak. Di sekeliling kuda yang menjejak-jejak, para pengawalnya seirama berlari hingga tombak-tombak di …