PERAYAAN

Betapapun melelahkannya, mari terus kita rayakan persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan kita untuk Indonesia yang kita cintai ini.

Kekuatan bangsa ini adalah sikap guyubnya; yang membuat semua lembaga kemanusiaan antarbangsa memberi nilai terpuji untuk pemulihan tsunami Aceh hingga gempa di Jogja.

Guyub adalah kita.

Guyub adalah perintah Allah dan RasulNya ﷺ; ‘amal kebersamaan yang menjadi ukuran iman kita di keseharian. Ia adalah cinta, kepedulian, dan gotong royong yang mencirikan tingginya keadaban.

Saya teringat Masjid Gede Kauman Yogyakarta yang dibangun Sultan Hamengkubuwana I. Di plafon serambinya yang kaya pahatan simbol penuh makna, ada ukiran sulur-sulur tumbuhan yang saling bertaut tiada putus. Dalam Bahasa Jawa ia disebut lung-lungan, yang jika dimekarkan menjadi “tulung-tulungan”, dan artinya adalah saling membantu dalam ketaatan, “Wa ta’awanuu ‘alal birri wat taqwaa..”

Maka jahat sekali bisikan yang telah membuat satu keluarga rela mati untuk membinasakan orang lain. Maka jahat sekali narasi yang mengatasnamakan iman untuk membenarkan kekejian seperti itu. Maka jahat sekali orang yang dengan peristiwa itu mencoba memetik keuntungan kuasa dan sumber daya bagi dirinya. Maka jahat sekali yang dengan peristiwa itu menyusun fitnah kepada ‘ulama, atau kepada ummat. Maka jahat sekali yang dengan peristiwa itu memprasangkai jahat dan berlaku menista pada sesamanya hanya karena busana atau penampilan.

Mereka yang dengan bangga mengaku sebagai ISIS, hadir di Suriah hingga Yaman, di Libya hingga Indonesia, di Irak hingga Filipina; tapi tak satupun serangannya mengenai negara Zionis Israel. Teroris itu tak hadir saat Al Quran dinista, saat ujaran kebencian pada agama meruyak, saat ‘ulama dipersekusi, saat masjid diserang, dan saat tokoh Islam dibacok para gila.

Mereka justru muncul mengisruh ketika persatuan ummat kian kokoh, kerapian barisan kita kian tampak, ta’lim dan tabligh akbar makin semarak, jama’ah shubuh makin ramai, dan mushalla-mushalla kantor makin penuh.

Jangan kasih kendor untuk mencintai Indonesia, mencintai ‘ulama, mencintai agama. Mari kita rayakan kebangkitan ummat dengan guyub yang terus berdegub.
__________
Mikoshi (kereta hias) yang siap diarak oleh tim setiap Cho (kelurahan) dalam festival tahunan Hamamatsu Matsuri.