NYAWIJI, GREGET, SENGGUH, ORA MINGKUH

Tak tergambarkan oleh kata, semua yang terasa dalam acara @muslimunited.official sejak kemarin begitu mengharukan, menggetarkan, juga menggerakkan, dan semua itu hanyalah karena Allah dan dari Allah seperti firmanNya:

“Dan Allah yang mempersatukan hati hamba beriman. Jikapun kaubelanjakan perbendaharaan bumi seluruhnya untuk mengikat hati mereka, takkan bisa kauhimpun hati mereka. Tetapi Allah lah yang telah menyatupadukan mereka…” (QS Al Anfal: 63)

Ya, seperti pesan pendiri Masjd Gede Kauman Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwana I, di sini kita nyawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh. Nyawiji, menyatu bukan karena dunia ataupun segala perhiasannya, bukan karena sosok ataupun kelompok.

Dan ah, betapa gregetnya. Semangat kita tumpah ruah dari dalam jiwa. Sebab tak ada makhluq yang dapat membeli insan sebanyak ini dengan harta berapapun juga. Sebab tak ada makhluq yang dapat menggerakkan hati sebanyak ini dengan sedu syahdu apapun juga. Sebab tak ada makhluq yang dapat menjaga keteraturan barisan sebanyak ini dengan kuasa aba-aba sedahsyat apapun juga.

Agar kita semua sengguh, penuh inisiatif dan dapat diandalkan. Sumbangsihkan segala potensi bahkan hobi untuk agama dan ummat ini. Dan ora mingkuh, jangan kita mengelak dari tanggungjawab untuk menjadi penjaga kedaulatan dan pelopor kebangkitan ummat.

أنت على ثغرة من ثغر الإسلام، فلا يؤتين من قبلك .

“Engkau, iya, engkau; berada di satu pos penjagaan di antara pos-pos garis perbatasan Islam. Maka jangan sekali-kali kau lengah atau meninggalkannya; hingga musuh mampu menembusnya.”

Jazaakumullaahu khayran @conncreate @felixsiauw @steven.indra.wibowo @rizalarmada @cahyoahmadirsyad @binanies @syekh.alijaber

NYAWIJI, GREGET, SENGGUH, ORA MINGKUH@salimafillah.Tak tergambarkan oleh kata, semua yang terasa dalam acara @muslimunited.official sejak kemarin begitu mengharukan, menggetarkan, juga menggerakkan, dan semua itu hanyalah karena Allah dan dari Allah seperti firmanNya:.“Dan Allah yang mempersatukan hati hamba beriman. Jikapun kaubelanjakan perbendaharaan bumi seluruhnya untuk mengikat hati mereka, takkan bisa kauhimpun hati mereka. Tetapi Allah lah yang telah menyatupadukan mereka…” (QS Al Anfal: 63).Ya, seperti pesan pendiri Masjd Gede Kauman Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwana I, di sini kita nyawiji, greget, sengguh, dan ora mingkuh. Nyawiji, menyatu bukan karena dunia ataupun segala perhiasannya, bukan karena sosok ataupun kelompok..Dan ah, betapa gregetnya. Semangat kita tumpah ruah dari dalam jiwa. Sebab tak ada makhluq yang dapat membeli insan sebanyak ini dengan harta berapapun juga. Sebab tak ada makhluq yang dapat menggerakkan hati sebanyak ini dengan sedu syahdu apapun juga. Sebab tak ada makhluq yang dapat menjaga keteraturan barisan sebanyak ini dengan kuasa aba-aba sedahsyat apapun juga..Agar kita semua sengguh, penuh inisiatif dan dapat diandalkan. Sumbangsihkan segala potensi bahkan hobi untuk agama dan ummat ini. Dan ora mingkuh, jangan kita mengelak dari tanggungjawab untuk menjadi penjaga kedaulatan dan pelopor kebangkitan ummat..أنت على ثغرة من ثغر الإسلام، فلا يؤتين من قبلك .."Engkau, iya, engkau; berada di satu pos penjagaan di antara pos-pos garis perbatasan Islam. Maka jangan sekali-kali kau lengah atau meninggalkannya; hingga musuh mampu menembusnya.".Jazaakumullaahu khayran @conncreate @felixsiauw @steven.indra.wibowo @rizalarmada @cahyoahmadirsyad @binanies @syekh.alijaber

Dikirim oleh Salim A. Fillah pada Rabu, 17 Oktober 2018