MENGHADIRKAN HATI

Katakanlah, seperti saya; Anda menikah kira-kira 15 tahun lalu, atau bahkan lebih. Hampir dipastikan kita mampu mengingat pakaian apa saja yang kita kenakan pada saat akad ataupun walimah dari atasan, bawahan, hingga penutup kepala, dan juga alas kakinya. Masyaallah.

Tetapi coba ingat-ingat; masihkah kita hafal baju apa yang kita pakai 19 hari yang lalu?

Kecuali Anda punya seragam kerja yang tertentu sesuai harinya sehingga bisa dilacak, kita semua akan kesulitan memanggil memori tentang ini. Kalaupun berhasil, pasti tidak se-spontan dan sedetail daya ingat terhadap outfit pernikahan kita.

Apa rahasianya? Emotional engagement?

Barangkali demikian. Saat pernikahan itu, hati kita hadir sepenuhnya. Memori tentang segala hal yang ada pada saat itu, bukan cuma baju yang kita kenakan, tapi juga urutan acara, dekorasi ruangan, bahkan nama-nama hadirin melekat kuat ke dalam benak. Bahasa romantisnya; terpahat dalam hati, terpatri dalam jiwa.

Maka kita memang punya akal, yang dimensi fisiknya adalah otak. Anugrah Allah yang luar biasa ini mampu menyimpan begitu banyak data. Tetapi hanya dengan menghadirkan hati kenangan bisa memrasasti, keputusan yang bermakna bisa dibuat.

Hati, tepatnya jantung, heart dan bukan lever, bahasa Arabnya “qalb”, Allah letakkan di tengah antara dua titik di mana keputusan sering diambil yakni akal nan di atas dan hawa nafsu nun di bawah. Saat mobil kita disenggol orang sampai tergores, hawa nafsu pasti mengajak marah. Akal akan mengkalkulasi, ini masih masuk asuransi apa tidak, bakal habis biaya berapa dan makan waktu berapa lama. Tapi begitu hati bicara, ia bawakan prasangka baik, “Bagaimana jika yang menyenggol tadi sedang bergegas mengambil obat atau tabung oksigen untuk menolong pasien darurat?”

Ihdharul Qalb. Menghadirkan qalbu. Demikianlah definisi dari hal terpenting dalam ibadah kita; NIAT. Maka jika seluruh hidup kita adalah ibadah, qalbu memang harus dilibatkan di setiap detak dan detiknya.
____________
In Frame: Mas Nawwaf Muharrik Fillah dan mahkotanya. Masyaallaah laa quwwata illaa billaah.