LELAH Berpisah, Mari BERJAMA’AH

1) Kepada setiap muslim, yang ridha Allah menjadi Rabbnya, Islam menjadi agamanya, serta Muhammad ﷺ menjadi Nabi dan Rasul baginya; katakan, “Kamu adalah saudaraku.” Apalagi jika dia suka shalat berjama’ah, suka ta’lim, suka da’wah.

2) Perbedaan di antara kita pada hal-hal cabang, tidak boleh menafikan kesatuan pada akar dan batang. Perbedaan yang dapat dihitung, tidak boleh mengalahkan persamaan yang tak terbilang.

3) Perbedaan furu’iyyah telah dibahas oleh para ‘ulama Salafush Shalih yang jauh lebih ‘alim, lebih faqih, lebih wara’, lebih berakhlaq dan beradab dibanding kita, bahkan pula Asatidz kita. Jika kita memaksakan membahasnya, hasilnya takkan lebih baik, takkan lebih tepat, takkan lebih manfaat, dan takkan lebih barakah daripada mereka. Maka cukupkan dengan mengkaji bahasan mereka, pilih yang paling mantap sesuai dalil dan paling menentramkan hati bagi kita.

4) Jadilah kita penaut, perekat, penyambung, pendamai, dan pemersatu seperti perintah Allah, “Maka damaikanlah di antara kedua saudaramu.” Jangan buruk sangka, apalagi teliti mencari aib, hanya untuk dijadikan bahan adu domba, terlebih antar Asatidz dan guru-guru kita. Alihkan dan cegah setiap hal yang memecah belah, dalam pembicaraan nyata maupun maya.

5) Yang terpenting dari kesemuanya, jangan pernah lelah berdoa untuk persatuan dan kejayaan ummat. Di antara doa yang tak boleh lepas: “Rabbanaghfirlanaa wa li ikhwaaninalladziina sabaquuna bil iimaan. Wa laa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, Rabbanaa innaka Raufur Rahiim. Duhai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan iman. Dan jangan Kaujadikan di hati kami, rasa dendam-dengki kepada orang-orang beriman. Duhai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Lembut lagi Maha Penyayang.”

Lelah berpisah, mari berjama’ah. Luangkan waktu hadir ke MUSLIM UNITED di Yogyakarta, 16-18 Oktober 2018.😊

LELAH Berpisah, Mari BERJAMA'AH@salimafillah.1) Kepada setiap muslim, yang ridha Allah menjadi Rabbnya, Islam menjadi agamanya, serta Muhammad ﷺ menjadi Nabi dan Rasul baginya; katakan, "Kamu adalah saudaraku." Apalagi jika dia suka shalat berjama'ah, suka ta'lim, suka da'wah..2) Perbedaan di antara kita pada hal-hal cabang, tidak boleh menafikan kesatuan pada akar dan batang. Perbedaan yang dapat dihitung, tidak boleh mengalahkan persamaan yang tak terbilang..3) Perbedaan furu'iyyah telah dibahas oleh para 'ulama Salafush Shalih yang jauh lebih 'alim, lebih faqih, lebih wara', lebih berakhlaq dan beradab dibanding kita, bahkan pula Asatidz kita. Jika kita memaksakan membahasnya, hasilnya takkan lebih baik, takkan lebih tepat, takkan lebih manfaat, dan takkan lebih barakah daripada mereka. Maka cukupkan dengan mengkaji bahasan mereka, pilih yang paling mantap sesuai dalil dan paling menentramkan hati bagi kita..4) Jadilah kita penaut, perekat, penyambung, pendamai, dan pemersatu seperti perintah Allah, "Maka damaikanlah di antara kedua saudaramu." Jangan buruk sangka, apalagi teliti mencari aib, hanya untuk dijadikan bahan adu domba, terlebih antar Asatidz dan guru-guru kita. Alihkan dan cegah setiap hal yang memecah belah, dalam pembicaraan nyata maupun maya..5) Yang terpenting dari kesemuanya, jangan pernah lelah berdoa untuk persatuan dan kejayaan ummat. Di antara doa yang tak boleh lepas: "Rabbanaghfirlanaa wa li ikhwaaninalladziina sabaquuna bil iimaan. Wa laa taj'al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, Rabbanaa innaka Raufur Rahiim. Duhai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan iman. Dan jangan Kaujadikan di hati kami, rasa dendam-dengki kepada orang-orang beriman. Duhai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Lembut lagi Maha Penyayang.".Lelah berpisah, mari berjama'ah. Luangkan waktu hadir ke MUSLIM UNITED di Yogyakarta, 16-18 Oktober 2018.😊

Dikirim oleh Salim A. Fillah pada Selasa, 25 September 2018