SINGA

“Ustadz”, begitu dia tiba-tiba mendekat dan mengulungkan syal @jejakimani kepada saya. “Aku mau dong dipakaikan ini kayak sorban Ustadz.” Sayapun menekuk kaki agar kami bisa bicara sambil beradu mata, bercakap sambil menyambung hati. Haidar namanya. Sang Singa artinya. Perlahan saya lilitkan kain syal itu ke kepalanya. Hari itu di antara debu-debu kaki Jabal Tsur, dia tampil gagah dan bangga. Sang …

PERANG DIPONEGORO: Seri Sejarah Turki-Indonesia (Part 5)

Pada tahun 1825 sampai 1830, terjadi perang besar di Jawa bernama Perang Diponegoro atau Perang Jawa. Ketika itu Pangeran Diponegoro menyusun hirarkis pasukannya sesuai dengan hirarkis pasukan Janissary, pasukan andalan Sultan Muhammad Al-Fatih ketika menaklukkan Konstantinopel dari ada “arkio,” “turkiyo,” “bulkiyo,” “burjomuah” ini semua adalah istilah-istilah dari bahasa Turki. Kemudian juga ada pangkat tertinggi disebut “Ali Pasha” atau “Ali Basah,” …

PERANG GIYANTI: Seri Sejarah Turki-Indonesia (Part 4)

Puzzle berikutnya dari hubungan antara Mataram dengan Utsmani adalah Perang Giyanti yang berkobar antara 1746 sampai 1755. Ketika itu, Pangeran Mangkubumi, adik dari Sri Susuhunan Pakubuwana II Raja Mataram, mengobarkan perang melawan VOC dan kemudian di dalam perangnya beliau, masyaAllah, menggerakkan seluruh Jawa sampai akhirnya pada tahun 1755 ketika Gubernur Jenderal Van Imhoff telah tewas karena terkepung di Benteng Ungaran. …

SULTAN AGUNG HANYAKRAKUSUMA: Seri Sejarah Turki-Indonesia (Part 3)

Pada tahun 1640, Sultan Agung Hanyakrakusuma, penguasa ketiga Kerajaan Sultan Mataram di Jawa, mengirimkan utusan kepada Sultan Turki Utsmani yang ketika itu dijabat oleh Murad IV, yang kemudian utusan ini – menurut suatu cerita – hanya bisa sampai di Makkah dan kemudian diwakili oleh Zaid bin Muhsin Al-Hasyimi, seorang Syarif Makkah di bawah Turki Utsmani saat itu. Sultan Agung dari …