MAKKAH Sedalam CINTA (2)

Jika nanti kau mengunjungi Makkah, sesekali palingkanlah wajah dari toko-toko yang megah dan barangan yang mewah, dan beralihlah menatap pasir-pasir dan debunya yang kini lebih kerana pembangunan di mana-mana. Sebab dalam suasana itu, Sumayyah menemui syahadah, Yasir disalib, Bilal diseret ke tengah gurun, ditindih batu di atas pasir membara, dan dicambuk hingga pemecutnya kelelahan. Sebab dalam sesak itu, Khabbab pernah …

MAKKAH Sedalam CINTA (1)

Jika kau merindu Makkah, sesekali abaikanlah bayangan tentang gedung-gedung yang menjulang gagah, juga jam raksasa yang berdetak mengabarkan kian dekatnya sa’ah. Tapi biarkan khayal itu menyusuri bukit-bukit yang kini bebatuannya pecah-pecah, yang di tengahnya dulu terjepit sebuah lembah. Di situlah semua bermula, dalam doa di dekat bangunan tua yang tetap terjaga bersahaja. “Ya Rabb kami, telah kutempatkan sebagian keturunanku di …

SAAT BERHARGA di UMRAH PARENTING | Jejak Imani

Kerapkali bukan kuatnya lengan yang menjadikan anak dapat bersandar meneduhkan penatnya, tetapi kesediaan kitalah yang membedakan apakah anak-anak kita akan mengenali lengan orangtua sebagai sandaran yang menenteramkan hati ataukah tidak. Adakah anak-anak dapat terlelap saat bersandar di lengan kita? Ataukah justru tidurnya akan segera terganggu ketika ia menyentuh lengan kita? Kerapkali bukan sempitnya waktu yang membuat kita tak sempat berbincang, …

DHIYAFAH

Salah satu sisi sejarah Makkah adalah dhiyafah, penyambutan dan pelayanan tamu yang penuh kedermawanan. Pada masa jahiliyah, kedermawanan yang terlalu dahsyat dapat melahirkan sesembahan baru. Contohnya Al Latta. Sebuah riwayat menyebut, dialah yang senantiasa membuka lebar pintu rumahnya bagi para tetamu Masjidil Haram, memberi mereka jamuan terlezat dari roti dan dedagingan, juga air sejuk dan buah-buahan. Ketika ‘Amr ibn Luhai …