SALJU, Fiqih, dan CINTA

Di antara doa kita; mohon agar Allah membersihkan diri ini dari kesalahan masa lalu dengan air, embun, dan salju.

اللهم اغسل خطاياي بالماء والثلج والبرد

Ya, salju. Ia bagian dari tanda kuasa Allah dan kian memahamkan kita; betapa syari’atNya sempurna, dengan fiqih para ‘ulama yang memudahkan ‘awamnya.

Saat kami kecil, bahasan fiqh ‘membasuh 2 khuf’ (kaos kaki, kaos kaki kulit atau dan sepatu) itu mengherankan. Dengan tak membuka sepatu dan cukup mengusapnya kala wudhu’; jatahnya sehari semalam bagi pemukim dan 3 kali 24 jam bagi musafir; betapa jorok, betapa bau, betapa risihnya.

Ah, tentu itu kalau kita lakukan di tropisnya Indonesia. Saat sudah mengunjungi negeri-negeri 4 musim; kita lalu tahu betapa pasnya fiqh itu di perjalanan dan musim dingin. Dan betapa bermanfaatnya fiqh itu; kala harus berwudhu’ di wastafel negeri barat yang mewajibkan toilet selalu kering. Untuk membasuh kaki, tak perlu kita membuka sepatu dan mengangkat-angkat telapak ke wastafel yang membuat air berceceran serta dapat mengundang pandangan tajam dari orang.

Cukup usap bagian atas khuf; kaos kaki, kaos kaki kulit atau dan sepatu kita. Syarat sebelum itu bahwa kita dalam kondisi suci ketika mengenakannya. Wudhu’ dengan mengusap khuf demikian hanya batal jika kita berhadats, habis waktunya, dan melepas khufnya. Sungguh Allah suka jika diambil rukhshahNya.

Salju mengajari kita; bahwa yang terlihat jelita tak selalu ramah. Ia indah dilihat tapi tak enak berlama-lama bersamanya. Terlebih bagi yang kehilangan rumah dan saudara, teraniaya, dan terlunta. Maka mari tak lupa mengirim hangatnya doa dan cinta pada mereka; yang dicekam lapar, dingin, juga aneka bahaya; di Suriah, Palestina, dan lainnya. Follow @sahabatalaqsha untuk berita-beritanya.
__________
Cah ndeso ketemu salju, perjalanan ‘Jejak Islami Turkey’ bersama @JejakImani, mitra tamu Allah. @ Uludag-Turkiye بورصا – تركيا