PULANG Ke KOTAMU

Setangkup haru dalam rindu, menjelang pulang tugas dari New Zealand yang syahdu. Kangen kepada Yogyakarta adalah kangen yang niscaya. Mungkin karena itulah ada kata “se-yogya-nya” untuk menunjukkan hal yang lebih ideal, hal yang lebih afdhal, hal yang jika tak dipenuhi bisa membuat kita kesal, sebal, dan menyesal.

Postingan Kraton Jogja tentang pementasan Beksan Lawung Ageng karya Sultan Hamengkubuwana I pada saat puncak acara Pengetan 30 Tahun Syamsiyah Jumeneng Dalem Nata Ngarsa Salem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Kasadasa (7 Maret 1989-7 Maret 2019) ini semakin membuncahkan deru rindu.

Ya, inilah salah satu tari gagah yang paling menggambarkan watak ksatria Yogyakarta dalam perjuangan; nyawiji, greget, sengguh, ora mingkuh (menyatu, antusias, dapat diandalkan lagi penuh inisiatif, dan berani bertanggungjawab); sebagaimana falsafah ini dirumuskan juga oleh Ngarsa Dalem Sultan Suwargi Hamengkubuwana I di awal berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat.

Menjadi kebanggaan pula bagi kami bahwa kami pernah belajar dan mementaskan sepenggal dari beksa ini pada sekitar tahun 2000. Mas Bro @denizdinamiz masih ingatkah rangkain geraknya? Wkwkwk.

Menyaksikan tarian ini kita juga mengenang apa yang disampaikan Imam Al Bukhari dalam Shahih-nya, nomor hadits 5236 dan Imam Muslim, nomor hadits 892, dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, dia berkata, “Aku bersama Nabi ﷺ , duduk di pangkuan beliau ﷺ dan menyandarkan kepalaku ke pundak beliau ﷺ dan pipi kami saling menempel satu sama lain, di mana beliau ﷺ menyelimutiku dengan selendang beliau ﷺ saat aku menyaksikan orang-orang Habasyah melakukan permainan tarian tombak di masjid. Setelah sekian lama hingga aku merasa bosan beliau ﷺ pun menanyaiku apakah sudah cukup, lalu akupun menjawab cukup dan beliau ﷺ menyilakanku masuk ke rumahku.”

Dalam Shahih Al Bukhari, nomor hadits 950 dan Shahih Muslim, no hadits 892, disebutkan, “Saat itu adalah hari ‘Id, orang-orang Habasyah melakukan permainan dan tetarian dengan tombak dan pedang.”

Masyaallah, laa quwwata illaa billaah.

https://www.facebook.com/salim.a.fillah/videos/392160651634215/