GAJAH-SINGA: Sejarah di Atas Bilah

Perang Pati adalah sebuah tragedi. Untuk kedua kalinya, dua keluarga berkerabat, wangsa Pamanahan dan trah Panjawi, harus saling menumpahkan darah.

Pada Jum’at Wage, 4 Oktober 1627, Adipati Pragola II gugur di Gunung Pati, dekat Semarang, terhunjam tombak Kyai Baru milik Sultan Agung yang dipakai Lurah Kapedak, Naya Derma. Sang Adipati dikebumikan di Sendang Sani.

Setelah perang berakhir, Sultan Agung menemui adiknya, Ratu Mas Sekar, istri dari sang adipati. Beliau menanyakan alasan pemberontakan Pati terhadap Mataram. Sang Ratu dengan duka mendalam, menjawab bahwa semua berita yang didengar oleh Sultan adalah fitnah dari Patih Endranata. Pati menyerang Jepara bukan karena hendak memberontak, tapi sekadar menindak penjarahan di wilayahnya. Patih Endranata akhirnya ditangkap dan dieksekusi.

Tahun kejadian bedahnya Pati, 1627, menjadi kemusykilan terkait kisah masyhur tentang tinatah Gajah-Singa pada wuwungan ganja pada keris zaman Sultan Agung.

Tepatnya disebut “Gajah Nggiwar Singa Nggero” seperti tampak sisa-sisa tatahan yang detail dan rapi dalam foto. Makna harfiahnya adalah “Gajah ketakutan menghindar, singa mengaum keras.” Keris yang diberi kinatah semacam ini konon menjadi penanda penghargaan Sultan Agung untuk mereka yang berjasa dalam peristiwa Pati. Singa lambang Mataram, dilukiskan mengaum keras sebagai tanda kemenangan. Gajah lambang Kadipaten Pati, digambarkan menghindar karena gentar.

Sebagai Candra Sengkala (penanda tahun lunar), tinatah ini dibaca “Gajah Singa Keris Tunggal”, yang menunjukkan angka (Gajah: 8, Singa: 5, Keris: 5, Tunggal: 1), dibaca dari belakang menjadi Tahun Jawa 1558, sama dengan tahun Masehi 1636.

Mengapa ada selisih 9 tahun antara peristiwa dengan angka ini?

Wallahu A’lam. Peristiwa Pati juga meneguhkan kepahlawanan Tumenggung Wiraguna dan melahirkan roman Rara Mendut-Pranacitra yang tak kalah tragisnya dari kisah Layla-Majnun itu. Walhasil, tiap kali kita memandang tinatah Gajah Singa, ia seharusnya melahirkan renungan untuk lebih bijaksana dalam kuasa maupun bijaksana dalam cinta.
__________
Nggak boleh posting foto bersama Habibana, ya sudah keris saja wis.😅