FullHeart: DUHAI ISLAM!

Berasal dari keluarga bangsawan Khawarizmi yang negerinya cerai-berai digulung pasukan Mongol di masa Hulagu Khan, Mahmud ibn Mamdud diperbudak oleh seorang Tartar. Dia dipanggil “Qutuz” yang dalam bahasa suku-suku padang rumput berarti “Singa Menyalak”.

Berpindah majikan, pasar budak Damaskus mengantarnya pada keluarga Daulah Ayyubiyah. Ketika Izzuddin Aibak yang mengangkatnya menjadi Amir Mesir dianggap tak mampu memimpin kaum muslimin menghadapi gelombang serbuan Mongol yang telah mengubah kemegahan Baghdad menjadi api, puing, dan air Dajlah memerah kehitaman, Qutuz atas dukungan para ‘Alim terutama Sulthanul ‘Ulama Al ‘Izz ibn ‘Abdissalam mengambil alih kepemimpinan.

Tak sampai setahun kemudian di dekat ‘Ain Jalut, Syam, dia meneriakkan “Wa Islamah… Duhai Islam!”, lalu memimpin pasukannya merangsek 200.000 pasukan musuh yang dipimpin Pangeran Kitbuqa. Istrinya, Jullanar terluka dan dipeluknya sembari terus bertempur sambil berkata, “Duhai Kekasihku…” Sang mujahidah berbisik, “Cintailah jihad ini melebihi diriku, maka Allah akan persatukan kita kelak di surga.” Akhirnya sang Ratu gugur menjadi syahidah.

Hari itu, 3 September 1260, pasukan Kekaisaran Mongol yang sejak zaman Jenghiz Khan belum pernah terkalahkan, dipukul mundur ke Timur dan takkan pernah bisa bergerak ke Barat lagi.

FullHeart menghadirkan semangat Sultan Saifuddin Muzhaffar Qutuz, “Wa Islamah!” dalam seri busana gagah ini. Susuri makna sepenuh hati berfesyen syar’i di Instagram @fullheart.corp dan @fullheart_katalog.


Posted

in

by

Tags: